Kekecewaan terhadap demo Siri di WWDC tahun lalu masih terasa hingga sekarang. Saat itu, Apple menampilkan video konsep yang menggambarkan Siri versi personalisasi super responsif — padahal fiturnya belum bisa difungsikan. Kritik keras pun datang dari berbagai pihak, termasuk gugatan hukum senilai USD 250 juta (sekitar Rp 4 triliun) atas tuduhan iklan palsu yang akhirnya diselesaikan di luar pengadilan.
Tahun ini, Apple mengambil pendekatan yang berbeda. Semua demo Apple Intelligence dalam keynote utama direkam dalam satu take, tanpa potongan atau efek sulap pasca-produksi. Yang terlihat di layar — termasuk jeda beberapa detik antara perintah suara dan respons Siri — adalah kondisi nyata perangkat lunak tersebut saat direkam.
John Gruber dari Daring Fireball mengamati bahwa tidak ada satu pun transisi atau suntingan di antara klip demo yang berbeda. "Semua demo direkam dalam satu kali ambil, tanpa editan. Bahkan menurut saya, sebagian besar adalah satu take panjang yang menampilkan beberapa demo berturut-turut," tulisnya.
Pendekatan ini kontras total dengan strategi Apple di WWDC 2024. Kala itu, perusahaan dituding menipu publik dengan menayangkan fitur yang belum siap — sebuah praktik yang oleh sebagian pengamat disebut sebagai tanda perusahaan dalam kekacauan. Kini, Apple seolah ingin mengembalikan kepercayaan dengan menunjukkan apa adanya, meskipun hasilnya tidak sempurna.
Yang menarik, performa Siri dalam rekaman itu bahkan belum mencerminkan versi terbaru. Dalam pernyataan internal yang dikutip TechCrunch, seorang perwakilan Apple mengungkapkan bahwa demo direkam beberapa waktu sebelum WWDC — artinya menggunakan versi Siri AI yang lebih lama. "Anda menanyakan pertanyaan yang sama sekarang, hasilnya akan lebih cepat. Saat peluncuran nanti, akan lebih cepat lagi," ujarnya.
Pernyataan ini bisa dibaca sebagai pengakuan bahwa Apple masih dalam proses optimalisasi. Namun bagi konsumen Indonesia yang akrab dengan janji-janji AI yang muluk-muluk dari berbagai vendor, pendekatan realistis semacam ini justru terasa lebih melegakan. Tidak ada klaim yang tidak bisa diverifikasi, tidak ada video yang diedit agar terlihat mulus.
Gugatan USD 250 juta yang dihadapi Apple menjadi titik balik. Perusahaan tidak hanya menghapus video kontroversial WWDC 2024 dari peredaran, tetapi juga mengakui bahwa pengembangan Siri personalisasi memakan waktu lebih lama dari perkiraan. Kini, dengan demo yang jujur, Apple berusaha membangun kembali kredibilitasnya di mata pengembang dan pengguna.
Bagi pasar Indonesia, di mana adopsi AI masih dalam tahap awal dan skeptisisme terhadap janji teknologi cukup tinggi, pendekatan Apple ini bisa menjadi contoh. Daripada menjual mimpi dengan video konsep yang sempurna, menunjukkan produk yang berfungsi — meskipun belum sempurna — justru lebih membangun kepercayaan jangka panjang.