Harga Emas Antam Naik Rp 16.000 Jadi Rp 2.711.000 Per Gram pada 13 Juni 2026

Penulis: Qodri Anwar  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:25:31 WIB
Harga emas Antam naik Rp 16.000 menjadi Rp 2.711.000 per gram pada 13 Juni 2026.

SULAWESI BARAT — Kenaikan ini melanjutkan tren bullish emas yang sudah berlangsung sejak awal pekan. Harga buyback atau harga jual kembali emas Antam juga ikut terkerek naik Rp 13.000 menjadi Rp 2.471.000 per gram. Selisih antara harga jual dan buyback yang mencapai Rp 240.000 per gram mencerminkan margin standar yang diterapkan Antam.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga

Pergerakan harga emas Antam sejalan dengan lonjakan harga emas global. Di pasar internasional, harga emas spot terus menguat di tengah ekspektasi pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan mulai memangkas suku bunga acuannya pada semester kedua tahun ini.

Data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan pada pekan lalu menjadi katalis utama. Pasar kini melihat probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed pada September 2026 mencapai 70%, naik signifikan dari sebulan lalu. Suku bunga yang lebih rendah cenderung mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti emas.

Daftar Harga Emas Antam untuk Denominasi Kecil

Bagi investor ritel yang ingin membeli dalam jumlah kecil, Antam menyediakan harga khusus untuk pecahan di bawah satu gram. Berikut rincian harga per 13 Juni 2026:

  • Pecahan 0,5 gram: Rp 1.405.500
  • Pecahan 1 gram: Rp 2.711.000
  • Pecahan 2 gram: Rp 5.262.000
  • Pecahan 5 gram: Rp 13.030.000

Antisipasi bagi Calon Pembeli

Calon pembeli perlu memperhatikan bahwa harga emas Antam sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45% untuk pemegang NPWP dan 0,9% untuk non-NPWP. Pembelian di atas Rp 10 juta juga dikenakan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk investasi jangka panjang, selisih harga jual dan buyback yang lebar menjadi pertimbangan penting. Investor disarankan membeli emas dengan horizon waktu minimal tiga hingga lima tahun agar potensi keuntungan bisa menutupi biaya transaksi tersebut. Investasi mengandung risiko.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: cnbcindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top