MAMUJU — Polda Sulbar bersama TVRI Stasiun Sulbar memastikan setiap lokasi nobar Piala Dunia di provinsi tersebut mengantongi izin resmi. Hal ini menindaklanjuti instruksi Mabes Polri agar seluruh kegiatan serupa di tingkat Polda, Polres, hingga Polsek terselenggara secara legal.
Hingga saat ini, tercatat sudah ada sekitar 100 lokasi di Sulawesi Barat yang mendaftarkan diri sebagai penyelenggara nobar. Kepala TVRI Stasiun Sulbar menjelaskan bahwa pendaftaran ini menjadi syarat mutlak untuk mendapatkan legalitas siaran.
TVRI akan menerbitkan barcode khusus bagi setiap lokasi yang telah terdaftar. Barcode tersebut menjadi tanda bahwa lokasi nobar tersebut sah dan berhak menayangkan pertandingan secara resmi.
"Pendaftaran ini adalah bentuk legalitas. TVRI nantinya akan mengeluarkan barcode khusus bagi lokasi yang mendaftar agar masyarakat bisa ikut menikmati keseruan Piala Dunia secara sah," jelas Kepala TVRI Sulbar dalam pertemuan di ruang Sendana Mapolda, Senin (15/6/26).
Untuk menjangkau seluruh pelosok, TVRI Sulbar telah memetakan dua jalur distribusi siaran. Pertama, jalur antena terestrial yang dapat diakses langsung oleh masyarakat di Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, Pasangkayu, dan Mamasa.
Kedua, jalur aplikasi streaming yang diperuntukkan bagi wilayah yang belum terjangkau sinyal antena, seperti Kabupaten Majene dan Polewali Mandar. Masyarakat atau penyelenggara di wilayah digital streaming dapat mengaktifkan paket melalui aplikasi MyTelkomsel dengan biaya sekitar Rp 80.000 untuk masa aktif satu bulan penuh.
"Biaya itu cukup untuk mengawal seluruh rangkaian pertandingan hingga babak final," tambah pihak TVRI.
Dalam pertemuan tersebut, Irjen Pol Adi Deriyan juga menegaskan komitmennya untuk memantau situasi nasional dan daerah. Ia menekankan pentingnya pelayanan publik yang optimal di tengah euforia pesta bola.
Selain fokus pada keamanan nobar, Kapolda menyoroti potensi sumber daya alam, kelautan, dan pertanian di Sulbar yang menuntut semua pihak beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sebagai bentuk kehadiran Polri, Polda Sulbar juga merencanakan aksi sosial dalam waktu dekat ke Pulau Ambo.
Melalui sinergi ini, diharapkan euforia pesta bola di Sulawesi Barat dapat berlangsung aman, tertib, dan menghibur tanpa melanggar ketentuan hukum.