SULAWESI BARAT — Gempa utama yang berpusat di darat, 42 kilometer tenggara Palu, dipastikan BMKG sebagai gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu. Episenter gempa berada di koordinat 1,03° LS dan 120,24° BT dengan kedalaman 16 kilometer. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
BMKG melaporkan guncangan terkuat dirasakan warga di wilayah Palolo, Kabupaten Sigi, pada skala VII MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala ini, guncangan dapat menyebabkan kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan yang konstruksinya tidak kokoh. Sementara itu, wilayah Torue dan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, mengalami intensitas VI hingga VII MMI—setara dengan guncangan yang dapat dirasakan oleh semua orang dan menyebabkan kepanikan massal.
Guncangan gempa utama juga terasa kuat hingga ke Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Laporan awal menyebutkan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulbar sempat dievakuasi keluar gedung sebagai langkah antisipasi. Sejumlah bangunan di Palu dan sekitarnya dilaporkan mengalami kerusakan, meskipun data detail masih dalam proses pendataan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
“Update gempabumi susulan Sausu M6.7 sampai pukul 14.30 WITA. Gempa bumi susulan hingga saat ini berjumlah 71,” tulis BMKG dalam unggahan resmi akun media sosialnya. Ratusan warga di Palu dan Sigi dilaporkan masih bertahan di luar rumah karena khawatir terhadap gempa susulan yang terjadi secara sporadis. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa utama. Pemerintah daerah bersama tim SAR dan relawan telah dikerahkan untuk melakukan asesmen cepat di titik-titik yang terdampak paling parah, khususnya di kawasan perbukitan yang rawan longsor.
BMKG menegaskan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa mekanisme sesar geser (strike-slip) dari Sesar Sausu tidak menyebabkan pergeseran vertikal dasar laut yang signifikan. Meski demikian, BMKG mengingatkan agar warga pesisir tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang mungkin terjadi akibat gempa susulan berkekuatan besar.
Hingga berita ini diturunkan, BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah Sulawesi Tengah. Data terkini menunjukkan fluktuasi magnitudo gempa susulan cenderung mengecil, namun potensi gempa dengan kekuatan signifikan masih tetap ada dalam beberapa hari ke depan.