SULAWESI BARAT — Seorang tech reviewer yang sehari-hari membawa iPhone dan Pixel mengaku akhirnya meninggalkan Apple CarPlay demi Android Auto. Selama ini, CarPlay selalu menjadi pilihan utama karena desain antarmuka yang lebih rapi dan widget yang lebih kaya. Namun, semua berubah ketika Google menghadirkan Gemini ke dalam Android Auto.
Menurut reviewer tersebut, sebuah dashboard tidak hanya perlu menjalankan aplikasi, tetapi juga harus secara cerdas menangani aktivitas pengemudi selama mata tetap fokus ke jalan. "The moment Google integrated Gemini into Android Auto, the game completely changed," tulisnya dalam ringkasan pengalamannya.
Integrasi Gemini memungkinkan asisten suara memahami konteks percakapan yang lebih kompleks. Pengemudi bisa memberikan perintah berantai, seperti meminta navigasi ke tempat tertentu sambil mencari restoran terdekat yang buka di jam tertentu, tanpa perlu menyebutkan perintah satu per satu.
Meski Apple CarPlay dikenal dengan desain antarmuka yang lebih baik dan widget yang informatif, kemampuannya dalam memproses perintah suara masih kalah dibandingkan Android Auto yang sudah diperkuat Gemini. Hal ini yang menjadi faktor utama perpindahan tersebut, terutama bagi pengguna yang sering bepergian dan membutuhkan efisiensi tinggi saat berkendara.
Reviewer tersebut menekankan bahwa fitur kecerdasan buatan kini menjadi pembeda utama, bukan sekadar tampilan visual atau jumlah aplikasi yang didukung. Hal ini relevan bagi pengguna di Indonesia yang kerap menghadapi kemacetan dan membutuhkan asisten navigasi yang responsif.
Bagi pengguna mobil di Indonesia yang sudah menggunakan head unit dengan Android Auto, fitur Gemini ini bisa langsung dinikmati tanpa perlu mengganti perangkat. Cukup dengan memastikan aplikasi Android Auto di ponsel sudah diperbarui ke versi terbaru.
Sementara itu, pengguna Apple CarPlay masih harus menunggu hingga Apple menghadirkan pembaruan serupa pada Siri. Jika tidak, bukan tidak mungkin tren perpindahan seperti yang dialami reviewer ini akan semakin banyak terjadi di kalangan penggemar teknologi otomotif dalam negeri.