MAMUJU — Dua titik rawan lalu lintas di Sulawesi Barat mendapat perhatian langsung dari personel Sat PJR Ditlantas Polda Sulbar pada Kamis (18/6). Di Desa Ampallas, petugas mengamankan mobil yang mengalami kerusakan dan mogok tepat di area tanjakan, sementara di Desa Kampung Baru Lengke, polantas berjaga di depan sekolah untuk mengawal anak-anak menyeberang.
Kendaraan yang mogok di tanjakan Ampallas berpotensi memicu kemacetan panjang dan meningkatkan risiko kecelakaan. Personel Sat PJR yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi.
Petugas mengatur arus kendaraan dengan sistem buka-tutup agar mobil lain tetap bisa melintas dengan aman sambil menunggu proses evakuasi kendaraan yang rusak. Langkah ini mencegah antrean kendaraan mengular di jalur menanjak.
Pada waktu bersamaan, pelayanan juga diberikan di depan sekolah di Desa Kampung Baru Lengke. Personel polantas tampak berjaga membantu anak-anak sekolah menyeberang jalan saat jam masuk sekolah.
Kehadiran petugas dinilai krusial mengingat volume kendaraan yang tinggi pada pagi hari. Dengan pengaturan lalu lintas, aktivitas para pelajar dapat berlangsung aman tanpa terganggu arus kendaraan.
Melalui patroli dan pelayanan rutin ini, Ditlantas Polda Sulbar mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan, terutama saat melintasi jalur menanjak dan daerah rawan kecelakaan.
Polda Sulbar menegaskan komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan yang cepat, humanis, dan profesional guna menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan. Langkah sigap ini merupakan bagian dari upaya Polri menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) di wilayah hukum Polda Sulbar.