Dampak Kenaikan Harga Pertamax: Sektor Distribusi Pangan Paling Tertekan, Pelaku Usaha Kecil Terancam

Penulis: Puguh Triyono  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 00:04:31 WIB
Kenaikan harga Pertamax meningkatkan biaya distribusi pangan di Sulawesi Barat.

SULAWESI BARAT — Dosen Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis UGM, Dr. Hani Perwitasari, menilai tekanan kenaikan BBM tidak hanya dirasakan petani di hulu, tetapi menjalar ke seluruh mata rantai agribisnis. Mulai dari proses produksi, pascapanen, distribusi, hingga pemasaran, semuanya membutuhkan energi dan transportasi yang kini lebih mahal.

Distribusi Jadi Titik Paling Rentan

"Pasti dampaknya besar karena mobilitas pangan menggunakan transportasi yang membutuhkan BBM. Pada akhirnya biaya bertambah dan keuntungan pelaku usaha berkurang," ujar Hani, Kamis (18/6).

Menurutnya, sektor distribusi menjadi bagian paling rentan karena berkaitan langsung dengan mobilitas barang. Biaya logistik dari sentra produksi ke pasar akan melonjak sebanding dengan jarak tempuh. Kondisi ini memukul pedagang kecil yang memiliki margin tipis.

Pelaku Usaha Lebih Pilih Mengecilkan Produk daripada Naikkan Harga

Hani menjelaskan, kenaikan biaya operasional tidak otomatis diikuti kenaikan harga jual di tingkat konsumen. Pelaku usaha umumnya menahan diri agar daya beli masyarakat tidak anjlok. Strategi yang dipilih: menekan margin, mengurangi ukuran produk, atau efisiensi proses produksi.

"Kadang lebih mudah mengurangi kualitas atau ukuran produk daripada langsung menaikkan harga karena pelaku usaha juga mempertimbangkan respons konsumen," jelasnya.

Ia mencontohkan pelaku usaha pengolahan kopi yang kini terjepit. Biaya produksi naik, tetapi harga jual belum bisa dinaikkan karena pasar belum siap. Akibatnya, keuntungan mereka tergerus.

Rumah Tangga Miskin Paling Terpukul

Hani menekankan, tekanan harga energi paling dirasakan oleh pelaku usaha kecil dan rumah tangga berpendapatan rendah. Mereka tidak punya cukup ruang untuk melakukan efisiensi besar-besaran. "Input produksi meningkat, tetapi pelaku usaha belum tentu bisa langsung menaikkan harga karena ada pertimbangan daya beli konsumen," tuturnya.

Solusi: Kemandirian Pangan dan Subsidi Tepat Sasaran

Untuk mengurangi gejolak harga energi terhadap sektor pangan, Hani mendorong pemerintah memberikan bantuan yang tepat sasaran bagi kelompok menengah ke bawah. Selain itu, penguatan produksi dalam negeri dan pengurangan impor pangan harus dipercepat.

"Ketika kita semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap impor, maka pengaruh fluktuasi harga global juga dapat ditekan," pungkasnya.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: ugm.ac.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top