MAMUJU — Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Barat dilakukan Gubernur Suhardi Duka bersama Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI Moh. Edy Mahmud. Prosesi simbolis ditandai dengan pembukaan tirai yang menampilkan alat tenun dan kain Tenun Sekomandi berlogo SE2026, melambangkan pembangunan ekonomi yang bertumpu pada data berkualitas.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan pembukaan Rapat Kerja Pimpinan Semester I Tahun Anggaran 2026 untuk memonitor pelaksanaan Program Strategis Nasional (ProSN) dan program prioritas daerah. Hadir pula unsur Forkopimda, para bupati, pimpinan instansi vertikal, akademisi, serta perwakilan dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan.
Gubernur Suhardi Duka, yang akrab disapa SDK, menyampaikan bahwa data statistik berperan strategis dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. "Pembangunan yang baik harus dimulai dari data yang baik. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk mendukung dan mensukseskan Sensus Ekonomi 2026," ujarnya.
SDK menambahkan, hasil sensus akan menjadi referensi penting untuk mengidentifikasi potensi ekonomi daerah, mendorong investasi, dan memperkuat UMKM. Data ini juga akan mendukung pencapaian berbagai program prioritas pembangunan di Sulawesi Barat.
Pelaksanaan pendataan lapangan SE2026 telah dimulai sejak 15 Juni 2026. BPS menerjunkan 1.388 petugas sensus untuk mendata berbagai unit usaha yang tersebar di seluruh kabupaten di Sulbar. Pendataan dilakukan secara door to door, menjangkau kawasan perdagangan, pasar, pertokoan, sentra usaha, hingga usaha yang dijalankan dari rumah tangga.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, Moh. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa SE2026 merupakan kegiatan pendataan ekonomi terbesar yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. "Data yang dihasilkan akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah. Partisipasi seluruh pelaku usaha sangat menentukan kualitas data," ujarnya.
Melalui SE2026, BPS akan menghimpun informasi mengenai jumlah dan karakteristik usaha, struktur ketenagakerjaan, pemanfaatan teknologi digital, serta sebaran aktivitas ekonomi di berbagai wilayah. BPS mengajak masyarakat berpartisipasi melalui gerakan TIR: Terima Petugas Sensus, Isi Data dengan Benar, dan Rahasia Data Terjaga.
Seluruh informasi yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik sesuai peraturan perundang-undangan. Petugas sensus dapat dikenali melalui atribut resmi berupa rompi lapangan berlogo SE2026 dan BPS, kartu identitas (ID Card) dilengkapi foto, serta surat tugas dari BPS.
Mengusung tagline "Mencatat Ekonomi Indonesia, Menenun Masa Depan Ekonomi Sulawesi Barat", pencanangan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadirkan data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan terpercaya.