SULAWESI BARAT — Dell kembali menghadirkan opsi laptop terjangkau untuk kebutuhan komputasi harian. Model Dell 15 yang biasanya dibanderol USD 599 (sekitar Rp 9,8 juta) kini bisa didapatkan dengan harga USD 349 (sekitar Rp 5,8 juta). Penurunan harga USD 250 ini membuatnya masuk dalam kategori laptop budget dengan spesifikasi yang masih mumpuni untuk tugas sehari-hari.
Salah satu kelebihan Dell 15 di kelas harga ini adalah slot RAM dan SSD yang bisa di-upgrade. Pengguna tidak perlu membeli laptop baru jika suatu saat butuh kapasitas lebih besar — cukup pasang modul tambahan.
Layar 120 Hz juga menjadi nilai tambah. Meski bukan untuk gaming berat, refresh rate tinggi membuat scrolling dokumen atau browsing terasa lebih halus dibanding layar 60 Hz biasa. Lapisan anti-silau membantu mengurangi pantulan cahaya, terutama jika Anda sering bekerja di dekat jendela atau di bawah lampu kantor yang terang.
Saat ini Dell 15 dijual dengan harga USD 349 (sekitar Rp 5,8 juta) di pasar Amerika Serikat. Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan dan harga untuk pasar Indonesia. Sebagai gambaran, jika masuk ke Indonesia, harga tersebut bisa berbeda tergantung pajak impor dan biaya distribusi.
Bagi pembaca di Indonesia yang tertarik, sebaiknya pantau toko resmi Dell Indonesia atau platform e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee. Alternatifnya, laptop dengan spesifikasi serupa dari merek lain seperti Acer Aspire 5 atau Lenovo IdeaPad 3 bisa menjadi pertimbangan dengan rentang harga Rp 6-8 juta.
Di rentang harga USD 349, Dell 15 bersaing dengan laptop entry-level dari HP, Acer, dan Lenovo. Keunggulan utamanya ada pada layar 120 Hz yang jarang ditemukan di kelas harga ini serta opsi upgrade RAM dan SSD. Kekurangannya, baterai 41 WHr tidak terlalu besar — cocok untuk pemakaian di dekat stopkontak, bukan untuk mobilitas tinggi seharian.
Kesimpulannya, Dell 15 adalah pilihan solid bagi pengguna yang butuh laptop untuk kerja kantor, browsing, menonton video, atau tugas kuliah. Dengan harga diskon saat ini, value yang ditawarkan cukup sulit ditandingi kompetitor di kelas yang sama.