Cegah Stunting dari Bangku Sekolah, DKPPKB Sulbar Periksa Kadar Hb 120 Remaja Putri di MAN 1 Lampa

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:23:31 WIB
Petugas kesehatan DKPPKB Sulbar memeriksa kadar hemoglobin 120 remaja putri di MAN 1 Lampa sebagai upaya pencegahan stunting.

MAPILLI — Pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) bagi remaja putri menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan Penumbuhan dan Peningkatan Kesadaran Keluarga dalam Keterlibatan Perencanaan Kehidupan Menuju Keluarga Berkualitas yang digelar di UPTD MAN 1 Lampa. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak bisa dimulai saat seorang perempuan hamil. “Pencegahan stunting yang efektif harus dimulai dari hulu, yaitu sejak usia remaja. Melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan ini, kita ingin memastikan generasi muda Sulawesi Barat memiliki pengetahuan, kesiapan, dan kondisi kesehatan yang baik sebelum memasuki kehidupan berkeluarga,” ujarnya.

Ancaman Anemia pada Remaja Putri

Pemeriksaan Hb dilakukan oleh tenaga kesehatan dari puskesmas setempat untuk mendeteksi anemia sejak dini. Anemia pada remaja putri diketahui dapat menurunkan daya tahan tubuh, mengganggu konsentrasi dan prestasi belajar, serta meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan masalah gizi, termasuk stunting. Kondisi ini menjadi salah satu faktor risiko utama yang harus diantisipasi sebelum seorang remaja memasuki usia reproduksi.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) DKPPKB Sulbar, Muhammad Jafar, yang mewakili Kepala Dinas. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran remaja dalam merencanakan masa depan. “Remaja hari ini adalah orang tua masa depan. Karena itu mereka harus dibekali pemahaman yang baik tentang kesehatan, perencanaan kehidupan berkeluarga, dan pola asuh yang tepat agar mampu melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas,” kata Muhammad Jafar.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Narasumber Ahli

Untuk memperkuat materi edukasi, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor. Hadir Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, Aco Jamil A. Muchtar, dokter spesialis obstetri dan ginekologi dr. Willy K. Tobing, serta perwakilan Dinas P2KBP3A Kabupaten Polewali Mandar yang melibatkan Duta Generasi Berencana (GENRE).

Materi yang disampaikan mencakup perencanaan kehidupan berkeluarga, kesehatan reproduksi, pola asuh anak, dan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Semua materi dirancang agar remaja memiliki kesiapan fisik dan mental sebelum memutuskan untuk menikah dan memiliki anak.

Target: Generasi Bebas Stunting

Kegiatan ini merupakan bagian dari visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. DKPPKB Sulbar berharap kesadaran remaja terhadap pentingnya kesehatan reproduksi, gizi, dan perencanaan kehidupan berkeluarga semakin meningkat. Dengan pendekatan hulu ini, pemerintah menargetkan lahirnya generasi Sulawesi Barat yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting di masa depan.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: sorotanpena.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top