Kode untuk fitur ini telah masuk ke dalam Mesa 26.2-devel, seperti dilaporkan Phoronix. Namun, cara kerjanya cukup unik: NVK tidak membangun ulang teknologi upscaler dari awal, melainkan memuat dan menjalankan file CUDA biner pra-kompilasi milik Nvidia sendiri.
Pendekatan ini menjadi solusi sementara yang diletakkan di balik bendera eksperimental. Sebab, keberhasilannya sangat bergantung pada ketersediaan bytecode yang kompatibel untuk kartu grafis tertentu.
Perlu dicatat, driver proprietary Nvidia untuk Linux sudah lama mendukung DLSS. Jadi, langkah ini bukanlah pertama kalinya teknologi tersebut hadir di Linux. Lebih tepatnya, ini adalah upaya untuk menyamakan kemampuan driver open-source dengan versi resmi Nvidia.
DLSS pada NVK bekerja melalui ekstensi Vulkan bernama VK_NVX_binary_import. Ekstensi ini memungkinkan aplikasi untuk memuat file CuBIN — yaitu file CUDA biner yang sudah jadi dari Nvidia — langsung ke GPU.
Autumn Ashton awalnya membuka pull request untuk ekstensi ini tahun lalu. Kemudian, Thomas Andersen menghidupkannya kembali sekitar dua bulan lalu untuk menyelesaikan konflik penggabungan dan merampungkan pekerjaan. Saat ini, fitur tersebut diaktifkan melalui variabel lingkungan NVK_EXPERIMENTAL=dlss karena masih ada bug yang diketahui.
Kelemahan paling kentara dari pendekatan ini adalah ketergantungan total pada biner pra-kompilasi. NVK hanya bisa menjalankan DLSS jika bytecode yang cocok sudah tersedia untuk GPU yang digunakan.
Driver proprietary Nvidia tidak memiliki batasan ini. Driver tersebut memiliki jalur yang mampu mengompilasi PTX — bahasa assembly perantara Nvidia — menjadi bytecode GPU secara langsung saat dijalankan. NVK tidak memiliki kemampuan serupa karena tidak bisa menerjemahkan PTX milik Nvidia ke NIR, representasi perantara yang digunakan driver Mesa untuk proses kompilasi.
Dukungan untuk DLSS di seluruh tumpukan grafis Linux masih belum merata. Hingga akhir tahun lalu, DLSS 4 milik Nvidia bahkan belum didukung di VKD3D-Proton milik Valve, lapisan penerjemah yang mengubah panggilan DirectX 12 menjadi Vulkan untuk game yang berjalan melalui Proton.
NVK sendiri memulai perjalanannya pada tahun 2022 sebagai driver Vulkan yang ditulis dari nol. Proyek ini dipimpin oleh Faith Ekstrand dari Collabora, bersama Karol Herbst dan Dave Airlie dari Red Hat. Driver ini mendukung arsitektur Turing (RTX 20-series dan GTX 16-series) serta arsitektur yang lebih baru.
Pada akhir 2024, NVK mencatat sejarah sebagai driver Vulkan open-source pertama untuk hardware Nvidia yang lolos uji kepatuhan Khronos, mencapai spesifikasi provisional Vulkan 1.4. Driver ini berjalan di atas driver kernel Nouveau dan terpisah dari modul kernel open-source Nvidia sendiri yang dikirimkan bersama tumpukan perangkat lunak proprietary mereka.
Dalam konferensi XDC2025 pada November lalu, Ekstrand mengungkapkan bahwa NVK saat ini berjalan pada sekitar 50% dari kecepatan driver resmi Nvidia di banyak judul game. Fitur ray tracing juga masih dalam tahap pengembangan. Yang lebih memprihatinkan, tim pengembang mengaku "hampir tidak mampu bertahan" dengan sumber daya pengembang yang ada saat ini, menurut laporan Phoronix.