Lewat Pelabuhan Mamuju dan jalur udara dari Bandara Tampa Padang, tiga produk ini rutin dikirim ke Eropa, Asia Timur, dan Timur Tengah. Bukan sekadar bahan mentah—setiap komoditas punya cerita panjang soal pengolahan dan pembudidayaan yang membuatnya diakui di luar negeri.
Kabupaten Mamasa, sekitar 6-7 jam perjalanan darat dari Mamuju, punya perkebunan kopi di ketinggian 1.200–1.600 mdpl. Kopi arabika Mamasa punya profil rasa fruity dengan acidity ringan, mirip kopi Toraja tapi dengan sentuhan tanah yang lebih bersih.
Petani di Kecamatan Mamasa, Tabulahan, dan Sumarorong mengelola kebun secara organik tanpa pupuk kimia. Metode ini bikin biji kopi mereka laku di Jepang dan Belanda. Beberapa roastery independen di Eropa bahkan memesan langsung hasil panen dari kelompok tani setempat.
Kabupaten Polewali Mandar (Polman) jadi salah satu sentra kakao di Sulbar. Biji kakao dari sini difermentasi minimal 5 hari, menghasilkan cita rasa cokelat gelap dengan sedikit aroma buah tropis. Pembeli utama datang dari Belgia dan Swiss, negara yang paling ketat soal kualitas cokelat.
Pemerintah daerah bersama petani di Kecamatan Binuang, Campalagian, dan Tinambung terus memperbaiki teknik fermentasi dan pengeringan supaya kadar air biji nggak lebih dari 7,5%. Angka itu jadi standar mutu yang diminta pasar ekspor.
Rotan asal Sulbar dikenal kuat dan lentur. Pengrajin di Desa Sarude, Kecamatan Mamuju Tengah, dan beberapa desa di Kecamatan Kalukku menghasilkan kursi, tas, dan dekorasi rumah. Produk mereka masuk ke katalog perusahaan desain interior Jepang dan Korea Selatan.
Teknik anyaman tradisional—seperti pola belah ketupat dan silang ganda—membuat furnitur rotan Mamuju punya nilai seni tinggi. Bukan cuma perabot, pigura dan hiasan dinding dari rotan sudah jadi andalan ekspor ke Belgia dan Australia.
Apa saja produk unggulan Sulawesi Barat yang diekspor?
Kopi arabika dan robusta dari Mamasa, biji kakao fermentasi dari Polewali Mandar, serta kerajinan rotan dari Mamuju dan Majene. Kayu manis dan cengkeh juga mulai dilirik pasar Eropa.
Di mana bisa membeli kopi Mamasa di Indonesia?
Beberapa kafe di Makassar dan Mamuju menyajikannya. Ada juga toko oleh-oleh di Bandara Tampa Padang Mamuju. Kalau mau biji mentah, hubungi kelompok tani di Kecamatan Mamasa langsung.
Apakah kakao Sulbar sudah terkenal di industri cokelat dunia?
Sudah, terutama di kalangan pembeli khusus yang mencari biji dengan profil rasa unik. Produsen cokelat asal Belgia dan Swiss sering menyebut kualitas fermentasi kakao Polman dalam laporan uji mereka.
Kenapa rotan Mamuju dianggap berkualitas?
Karena batang rotan dipanen dari hutan alami di pegunungan Sulbar, bukan hasil budidaya. Seratnya lebih padat dan tahan lama dibanding rotan dataran rendah.
Apakah ada pelatihan bagi pengrajin rotan muda di Sulbar?
Ada, oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat. Biasanya digelar di Pusat Pelatihan Kerajinan di Mamuju. Kalau tertarik, cek langsung jadwal ke kantor dinas.
Tiga produk ini cuma sebagian kecil potensi Sulbar. Kopi, kakao, dan rotan sudah terbukti bisa bersaing di panggung global. Selanjutnya, tinggal bagaimana pembudidayaan dan pengolahan terus dijaga kualitasnya supaya nggak kalah dengan daerah lain. Kalau bertandang ke Mamuju atau Mamasa, sempatkan ngopi langsung di kebun—rasanya beda. (Z-3)