SULAWESI BARAT — Timnas Indonesia mengincar kemenangan kedua di Grup A Piala AFF 2026 saat berhadapan dengan Timor Leste. Laga ini dimainkan di markas sementara Timor Leste, Stadion Chonburi, yang sejauh ini belum memberi keberuntungan bagi tuan rumah.
Sejak 2010, Indonesia selalu menang dalam enam pertemuan melawan Timor Leste. Catatan itu makin memperkuat prediksi kemenangan Garuda.
Timor Leste datang dengan start terburuk di Grup A. Mereka dihajar Vietnam 0-7 pada laga pertama, lalu kalah 0-2 dari Singapura. Dua kekalahan beruntun itu membuat mereka duduk di dasar klasemen tanpa satu poin pun.
Yang lebih mengkhawatirkan, pertahanan Timor Leste menjadi yang terburuk bersama Laos dengan kebobolan sembilan gol. Enam di antaranya terjadi di babak pertama. Produktivitas mereka juga nol besar: belum ada satu gol pun yang dicetak.
Indonesia punya senjata baru yang tengah panas. Mitchell Baker, penyerang 19 tahun berpostur 196 cm, langsung mencetak hattrick saat debut melawan Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7).
Pemain Vermont Green itu mencatatkan enam tembakan dan tujuh sentuhan di kotak penalti lawan. Flashscore memberinya rating 9,8 — hampir sempurna. Ia dinobatkan sebagai man of the match setelah mengantar Indonesia menang 5-1.
Naluri mencetak gol dan keberanian menjemput bola di kotak penalti menjadi senjata utama Baker. Ia diharapkan kembali memimpin lini depan saat meladeni Timor Leste.
Kebugaran pemain Timor Leste disebut terkuras setelah memainkan dua laga beruntun dalam waktu singkat. Periode babak pertama menjadi titik rawan terbesar mereka.
Enam dari sembilan gol yang bersarang ke gawang Timor Leste terjadi sebelum jeda. Jika Indonesia mampu menekan sejak menit awal, bukan tidak mungkin pesta gol terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan.
Garuda datang dengan kepercayaan diri tinggi. Satu kemenangan di laga pembuka menjadi modal berharga untuk menghadapi lawan yang secara historis selalu mereka kalahkan.