MAMUJU — Transformasi digital sistem kehadiran aparatur sipil negara (ASN) di Sulawesi Barat memasuki babak baru. BKPSDM Provinsi Sulbar resmi memulai penerapan Aplikasi Fleksi melalui mekanisme pilot project yang melibatkan sejumlah perangkat daerah, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang digelar di Mamuju ini diikuti oleh para Kepala Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian serta admin kehadiran ASN dari perangkat daerah yang ditunjuk. Mereka mendapat pembekalan teknis langsung dari tim pengembang aplikasi.
Kepala Bidang Penilaian Kinerja dan Penghargaan BKPSDM Sulbar, Hidayah Arif, menegaskan bahwa pilot project ini bukan sekadar seremonial. Tahap uji coba menjadi momentum untuk memastikan seluruh mekanisme berjalan optimal sebelum diperluas ke semua organisasi perangkat daerah (OPD).
“Penerapan Aplikasi Fleksi diharapkan mampu menghadirkan sistem kehadiran ASN yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Melalui pilot project ini, kami ingin memastikan implementasi aplikasi berjalan optimal sebelum diterapkan secara lebih luas di seluruh perangkat daerah,” ujar Hidayah.
Dalam sesi tersebut, Tim Pengembang dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Provinsi Sulbar memaparkan secara rinci aspek teknis penggunaan aplikasi. Materi yang disampaikan mencakup mekanisme implementasi, tata cara pelaksanaan, hingga proses pelaporan kehadiran ASN.
Kepala BKPSDM Sulbar, Herdin Ismail, membuka kegiatan ini secara resmi. Ia menekankan bahwa digitalisasi kehadiran bukan hanya soal teknologi, melainkan perubahan budaya kerja aparatur secara menyeluruh.
“Transformasi digital tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga membangun budaya kerja yang lebih disiplin, adaptif, dan akuntabel. Melalui penerapan Aplikasi Fleksi, kami berharap sistem kehadiran ASN menjadi semakin modern, terintegrasi, dan mampu mendukung peningkatan kinerja aparatur,” kata Herdin.
Diskusi dan tanya jawab juga mewarnai jalannya kegiatan. Hal ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh perangkat daerah yang menjadi pelaksana awal sebelum sistem diterapkan secara menyeluruh.
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik melalui percepatan transformasi digital. Ke depan, Aplikasi Fleksi diharapkan menjadi fondasi sistem manajemen kehadiran ASN yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di Sulbar.