MAMUJU — Prospek kenaikan harga emas dunia dinilai masih terbuka lebar setelah berhasil menembus fase konsolidasi. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengungkapkan bahwa perubahan struktur harga pada time frame Daily menunjukkan tekanan beli kembali mendominasi pasar, membuka peluang penguatan menuju level resistance berikutnya.
Kabar baiknya, sinyal bullish ini diperkuat oleh dua pola teknikal sekaligus. Setelah keluar dari pola Bullish Pennant yang menjadi indikasi kelanjutan tren, harga juga membentuk pola Double Bottom yang menandakan tekanan jual mulai kehilangan tenaga.
Berdasarkan proyeksi Dupoin Futures, target kenaikan terdekat berada di area 4.354 yang menjadi resistance penting saat ini. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan volume transaksi yang memadai, peluang penguatan diperkirakan berlanjut menuju 4.483 sebagai target resistance berikutnya.
Kendati demikian, kenaikan yang cukup agresif juga berpotensi memunculkan aksi ambil untung atau profit taking. Investor tetap disarankan mencermati level resistance sebagai area evaluasi kekuatan tren yang sedang berlangsung.
Dari sisi fundamental, harga emas pada sesi perdagangan Asia diperkirakan bergerak mixed karena pasar masih dihadapkan pada sentimen yang saling berlawanan. Laporan positif mengenai proses diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi mengurangi permintaan terhadap aset safe haven, termasuk emas, seiring meningkatnya optimisme terhadap stabilitas geopolitik.
Namun di sisi lain, pelemahan dolar Amerika Serikat masih menjadi penyangga utama. Nilai tukar dolar yang bertahan di dekat level terendah dalam beberapa pekan terakhir membuat emas relatif lebih murah bagi pemegang mata uang selain dolar AS, sehingga minat beli terhadap logam mulia tetap terjaga.
Perhatian investor juga tertuju pada arah kebijakan Federal Reserve. Setiap perubahan ekspektasi pasar terhadap suku bunga akan berdampak langsung pada pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Apabila muncul sinyal bahwa The Fed akan lebih akomodatif, tekanan terhadap dolar berpotensi meningkat dan memberikan ruang lebih besar bagi harga emas untuk melanjutkan kenaikannya. Sebaliknya, jika data ekonomi AS kembali menunjukkan hasil yang kuat dan mendorong ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama, ruang kenaikan emas dapat menjadi lebih terbatas.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas masih cenderung positif. Breakout dari fase sideways, keberhasilan keluar dari pola Bullish Pennant, serta terbentuknya pola Double Bottom menjadi konfirmasi kuat bahwa tren kenaikan masih berada di jalur yang benar.