SULAWESI BARAT — Bloomberg melaporkan pemutusan hubungan kerja (PHK) ini terjadi di tengah upaya Apple merombak prioritas pengembangan produk. Sekitar 100 posisi yang dipangkas berasal dari divisi Vision Pro, sementara 100 posisi lainnya dari tim Siri dan rekayasa perangkat lunak.
Juru bicara Apple membenarkan adanya perubahan ini dalam pernyataan resminya. Pihak perusahaan menyebut langkah ini diambil untuk mengembangkan bisnis dan menghadirkan pengalaman terbaik bagi pengguna.
"Kami berterima kasih atas kontribusi para anggota tim ini, dan kami berkomitmen untuk mendukung mereka selama masa transisi, termasuk peluang untuk melamar peran lain di Apple," demikian pernyataan resmi perusahaan kepada media.
PHK di jajaran Vision Pro menandakan perubahan arah yang cukup signifikan. Apple disebut-sebut menutup tim yang khusus menggarap gim untuk Vision Pro. Selain itu, tim produksi konten Immersive Video untuk headset tersebut juga diperkecil.
Perusahaan tidak sepenuhnya meninggalkan format video imersif. Apple berencana memproduksi video dalam jumlah lebih sedikit secara in-house dan akan mendorong pihak ketiga untuk menciptakan konten serupa.
Yang menarik, laporan ini menyebut Apple masih akan mempertahankan Vision Pro dan sistem operasinya, visionOS. Namun dalam waktu dekat, prioritas utama perusahaan adalah meluncurkan kacamata pintar yang tidak mendukung video imersif atau gim kelas berat. Model Vision Pro generasi baru baru akan hadir paling cepat pada akhir 2028.
Pemangkasan sekitar 100 karyawan di tim Siri dan software berkaitan erat dengan persiapan peluncuran Siri AI. Platform asisten virtual baru ini dibangun di atas arsitektur teknis yang dirombak total, sehingga mengubah keahlian yang dibutuhkan tim.
Apple memutuskan untuk menghapus sejumlah peran lama, mengalokasikan ulang sumber daya, dan menciptakan posisi baru yang mendukung Siri yang diperbarui. Tim "Intelligent Systems Experience" yang menangani kapabilitas berbasis AI juga terkena dampak perubahan ini.
Restrukturisasi ini mencerminkan upaya Apple menata ulang pekerjaan pada fitur-fitur AI. Seiring semakin banyaknya kelompok kerja yang membawa fungsi AI ke aplikasi dan layanan, Apple menyelaraskan tim untuk mengejar prioritas dan mempercepat pengembangan.
Keputusan ini mengonfirmasi bahwa Apple memilih jalur pragmatis dengan mengedepankan kacamata pintar yang lebih terjangkau dan massal dibandingkan Vision Pro yang banderolnya mulai dari USD 3.499 (sekitar Rp 57,7 juta). Langkah ini juga menjawab spekulasi bahwa headset AR/VR kelas atas belum menjadi prioritas utama perusahaan saat ini.
Bagi pengguna Indonesia, strategi ini berarti ekosistem AI Apple akan lebih dulu hadir melalui pembaruan Siri di iPhone, bukan melalui perangkat wearable baru. Fokus Apple pada kacamata pintar juga menempatkan mereka dalam persaingan langsung dengan produk sejenis dari Meta dan Ray-Ban yang sudah lebih dulu beredar di pasar global.
Laporan ini melengkapi kabar sebelumnya yang menyebut Apple telah memberhentikan sekitar 60 karyawan dari tim Vision Pro. Total PHK yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir kini menembus angka 200 orang lebih.