4 Kejadian Karhutla Ditangani Polda Sulbar dalam Sepekan, Polisi Juga Mediasi Konflik Warga hingga Amankan Pilkades

Penulis: Rendi Kusuma  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:06:31 WIB
Personel gabungan memadamkan api yang merambat ke area perkebunan warga di Pulau Battoa, Polewali Mandar.

MAMUJU — Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polda Sulawesi Barat dalam sepekan terakhir terpantau aman dan kondusif. Meski demikian, jajaran kepolisian tetap mengerahkan personel untuk merespons cepat berbagai potensi gangguan, mulai dari kebakaran lahan hingga konflik sosial di tengah masyarakat.

Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol. Memo Ardian, menyatakan bahwa kesiapsiagaan personel menjadi prioritas utama, khususnya menghadapi musim kemarau yang rawan memicu kebakaran lahan. Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan warga disebutnya menjadi kunci dalam setiap penanganan di lapangan.

Api di Lahan Perkebunan dan Perbukitan Berhasil Dipadamkan

Salah satu kejadian terbesar terjadi di Pulau Battoa, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar. Personel Polres Polman bersama Polsek Binuang dan masyarakat bahu-membahu memadamkan api yang sempat merambat ke area perkebunan warga.

"Polda Sulbar bersama Polres jajaran terus meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya menghadapi potensi kebakaran lahan pada musim kemarau. Kami mengapresiasi sinergi personel di lapangan, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat yang bergerak cepat melakukan penanganan," ujar Kombes Pol. Memo Ardian.

Pemadaman manual dilakukan di Dusun Anggatang Poang, Desa Lebani, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju. Lokasi titik api yang berada di perbukitan membuat kendaraan pemadam tidak bisa menjangkau, sehingga Bhabinkamtibmas, Babinsa, petugas damkar, dan aparat desa bekerja sama memadamkan api secara manual.

Sementara itu, kebakaran lahan kosong nonproduktif di Lingkungan Layonga, Kelurahan Labuang Utara, Kabupaten Majene, juga berhasil dikendalikan. Petugas memastikan proses pemadaman dilakukan hingga tuntas untuk mencegah munculnya bara api yang bisa memicu kebakaran susulan.

Memediasi Sengketa Warga dan Mengawal Pilkades 2026

Di luar penanganan karhutla, polisi juga aktif menyelesaikan persoalan sosial secara humanis. Bhabinkamtibmas di Desa Tangkau, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, berhasil memediasi kesalahpahaman antara kurir dan penerima paket COD hingga kedua belah pihak sepakat berdamai.

Menjelang Pilkades serentak 2026, Polda Sulbar turut memantau tahapan di Kabupaten Polewali Mandar. Koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Polman terus dilakukan untuk memastikan proses penelitian administrasi bakal calon kepala desa berjalan tertib dan transparan.

Personel Dikerahkan untuk Amankan Kegiatan Warga

Pengamanan juga dilakukan pada sejumlah kegiatan masyarakat. Personel kepolisian diterjunkan untuk mengamankan pameran dan pentas seni Generasi Muda Berbudaya di Majene serta persiapan kegiatan Mamasa Idol Junior 2026. Kehadiran polisi bertujuan memberi rasa aman dan mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama rangkaian acara berlangsung.

Menanggapi laporan tindak pidana dan kecelakaan lalu lintas di beberapa wilayah, Kombes Pol. Memo Ardian menegaskan seluruh laporan ditangani sesuai prosedur hukum dengan mengedepankan perlindungan terhadap korban.

"Setiap laporan masyarakat pasti kami tindak lanjuti secara profesional dan proporsional. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila mengetahui adanya tindak pidana, potensi gangguan keamanan, maupun kejadian darurat di lingkungannya," tegasnya.

Polda Sulbar mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kewaspadaan terhadap keselamatan berlalu lintas juga ditekankan, seiring dengan upaya bersama menjaga situasi keamanan di lingkungan masing-masing demi mewujudkan Sulawesi Barat yang aman dan kondusif.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: terassulbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top