SULAWESI BARAT — Nama Sabah mungkin terdengar asing bagi sebagian penggemar sepak bola Indonesia. Namun, di Azerbaijan, klub ini sudah menjelma menjadi kekuatan baru yang disegani. Status mereka sebagai juara bertahan liga domestik musim lalu menjadi tiket emas untuk mencoba peruntungan di kompetisi antarklub tertinggi Eropa.
Perjalanan Sabah menuju fase liga Liga Champions musim ini terbilang dramatis. Sebagai wakil dari negara berkoefisien kecil, mereka harus memulai langkah dari babak pertama kualifikasi.
Sabah sukses melewati empat ronde kualifikasi dengan menyingkirkan The New Saints (Wales), KuPS (Finlandia), Aarhus (Denmark), dan Hapoel Be'er Sheva (Israel). Keberhasilan ini menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah singkat klub.
Sebelumnya, Sabah sempat beberapa kali tampil di kualifikasi Conference League dan Liga Europa, namun selalu gagal melangkah ke babak utama. Justru di percobaan pertama mereka di kualifikasi Liga Champions, Sabah langsung menembus fase liga.
Hasil drawing menempatkan Sabah di grup yang berat. Mereka dijadwalkan bertemu Manchester United, Barcelona, Napoli, Arsenal, dan Borussia Dortmund. Selain itu, Slavia Praha, Viking, dan Villarreal juga menjadi lawan mereka di fase ini.
Dari daftar tersebut, peluang Sabah untuk lolos ke fase knockout memang tipis. Namun, pengalaman pertama tampil di Liga Champions tentu menjadi motivasi berharga bagi para pemain muda mereka.
Laga perdana Sabah langsung mempertemukan mereka dengan Manchester United di Old Trafford, Jumat (11/9). Bermain sebagai tim tamu di stadion bersejarah itu akan menjadi pengalaman luar biasa bagi skuad asal Azerbaijan tersebut.
Pertandingan ini juga menjadi ujian seberapa jauh perkembangan Sabah setelah menjuarai double winner di liga domestik musim lalu. Sebelumnya, mereka menjadi runner up Liga Azerbaijan pada 2022/2023 dan memenangkan Azerbaijan Cup di 2024/2025.