SULAWESI BARAT — Menjadi ibu bukan berarti harus sempurna setiap saat. Justru, meluangkan waktu untuk diri sendiri—entah untuk hobi, belajar hal baru, atau sekadar beristirahat—membantu ibu menjaga kesehatan fisik dan mental. Simak panduan sederhana agar ibu tetap berkembang tanpa mengabaikan si kecil.
Mengasuh anak memang menyita hampir seluruh waktu dan tenaga. Namun, kebutuhan ibu untuk belajar dan beristirahat tidak boleh hilang begitu saja.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lewat kerangka nurturing care menegaskan bahwa orang tua dan pengasuh butuh dukungan agar bisa mengasuh dengan optimal. Kesehatan dan kesejahteraan pengasuh adalah bagian penting dari tumbuh kembang anak.
Mengutip laman resmi Generasi Maju SGM, menjadi ibu bukan soal menjadi sosok yang sempurna. Yang lebih penting adalah kemauan untuk terus memperkaya kapasitas diri dan belajar.
Perjalanan menjadi ibu adalah proses panjang yang penuh pelajaran. Setiap hari ada hal baru yang bisa dipelajari, baik dari si kecil maupun dari pengalaman diri sendiri.
Meluangkan waktu untuk diri sendiri bukan bentuk egois. Ini cara ibu menjaga kesehatan fisik dan mental agar tetap bisa mendampingi anak dengan baik.
Ibu bisa memulainya dari hal sederhana, seperti menekuni hobi, mempelajari keterampilan baru, atau berbagi cerita dengan orang terdekat. Ketika tubuh dan pikiran butuh istirahat, ambil waktu sejenak tanpa rasa bersalah.
Ibu tetap bisa mendampingi anak belajar dan bertumbuh lewat interaksi sehari-hari. WHO menyebut lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, dan kesempatan belajar sebagai bagian penting dalam perkembangan anak.
Dukungan dari orang tua atau pengasuh juga berperan besar. Jadi, merawat diri dan mendampingi anak bisa berjalan beriringan.
Jika ibu merasa lelah berkepanjangan, cemas berlebihan, atau kehilangan minat pada hal yang biasa dinikmati, jangan ragu mencari bantuan. Bisa dari pasangan, keluarga, atau tenaga kesehatan profesional.
Dukungan yang tepat membantu ibu kembali kuat menjalani perannya.
Menjadi ibu bukan tentang menjadi sempurna, melainkan terus belajar dan berkembang bersama si kecil. Ketika ibu punya kesempatan merawat diri dan mengembangkan potensinya, perjalanan keluarga pun terasa lebih bermakna.