MAMUJU — Sosialisasi survei literasi menyasar dua titik keramaian di Mamuju, yakni Kapten Jus dan Mall Matos. Tim Perpusip Provinsi Sulawesi Barat mendampingi langsung pengunjung yang ingin mengisi Survei Tingkat Kegemaran Membaca Tahun 2026. Pendampingan melibatkan Kabid Layanan dan Pengembangan Bahan Pustaka, A. Suryani, serta Kabid Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Timothius.
Pemilihan Kapten Jus dan Mall Matos bukan tanpa alasan. Kedua tempat dinilai mampu menjangkau masyarakat dari berbagai kalangan dalam satu waktu. Pengunjung yang datang untuk bersantai atau berbelanja bisa sekaligus mengisi survei dengan pendampingan petugas.
A. Suryani menyebut pemanfaatan ruang publik sebagai cara mendekatkan program literasi kepada masyarakat. "Kami berharap informasi mengenai survei ini dapat terus disampaikan dari satu masyarakat kepada masyarakat lainnya. Dengan partisipasi yang lebih luas, data yang diperoleh dapat menjadi gambaran yang lebih baik mengenai kegemaran membaca masyarakat Sulawesi Barat," ujarnya.
Survei Tingkat Kegemaran Membaca digelar untuk memotret kebiasaan membaca warga Sulawesi Barat. Hasilnya menjadi dasar penyusunan program perpustakaan dan kegiatan literasi di daerah. Tanpa data yang memadai, program membaca berisiko tidak sesuai kebutuhan warga di lapangan.
Kehadiran tim di sejumlah titik keramaian juga dimaksudkan membangun kesadaran bahwa partisipasi dalam survei literasi merupakan kontribusi nyata. Setiap responden membantu pemerintah daerah membaca pola minat baca warganya.
Perpusip Provinsi Sulawesi Barat mengajak masyarakat turut berpartisipasi dalam Survei Tingkat Kegemaran Membaca Tahun 2026. Warga yang menemui tim di ruang publik bisa langsung mengisi survei dengan pendampingan petugas.
Partisipasi yang lebih luas diharapkan memperkuat budaya literasi di Sulawesi Barat. Sosialisasi akan terus diperluas ke sejumlah ruang publik lain agar jangkauan survei semakin merata.