Irjen Totok Suharyanto Dilantik Jadi Kapolda Sulbar, Bawa Rekam Jejak Kortastipidkor

Penulis: Rendi Kusuma  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:17:02 WIB
Irjen Pol Totok Suharyanto resmi dilantik sebagai Kapolda Sulawesi Barat.

MAMUJU — Polda Sulawesi Barat resmi dipimpin Irjen Pol Totok Suharyanto. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri, posisi yang diemban sejak 27 Februari 2026. Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Dalam telegram yang sama, Irjen Adi Deriyan Jayamarta dipindahkan dari Kapolda Sulbar menjadi Pati Bareskrim Polri dalam rangka penugasan pada Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Adi meninggalkan Sulbar setelah lebih dari setahun menjabat.

Siapa Totok Suharyanto Sebelum Memimpin Polda Sulbar?

Karier Totok banyak bersinggungan dengan fungsi reserse dan pemberantasan tindak pidana. Sebelum dipercaya memimpin Kortastipidkor, ia menjabat Direktur Penindakan di korps yang sama. Jalur reserse menjadi warna perjalanan kariernya hingga dipercaya menakhodai Kortastipidkor.

Di bawah komandonya, Kortastipidkor menangani sejumlah perkara yang menyita perhatian publik. Salah satunya penyidikan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang terkait pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan perizinan lainnya di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Perkara Gowa dan Penetapan Tersangka Bupati

Pada 25 September 2026, Kortastipidkor menetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang sebagai tersangka. Penetapan itu dilakukan setelah penyidik menjalani rangkaian penyelidikan dan penyidikan, termasuk penggeledahan kantor serta rumah jabatan bupati.

Sebelumnya, pada 21 September 2026, penyidik menggeledah dua lokasi. Proses penyidikan dilakukan Kortastipidkor bersama Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan dan Polres Gowa.

Kortastipidkor mengungkap perkara tersebut berkaitan dengan dugaan pemerasan, pungutan liar, dan gratifikasi dalam pengurusan PBG serta perizinan lainnya. Penyidik juga mengembangkan perkara ke dugaan tindak pidana pencucian uang.

Dua Alumni Akpol 1994 di Kursi Kapolda Sulbar

Ada fakta menarik di balik pergantian pucuk pimpinan Polda Sulbar. Totok dan Adi Deriyan sama-sama alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Keduanya juga memiliki latar belakang di bidang reserse.

Bedanya, Adi Deriyan kini mendapat penugasan baru di Bareskrim Polri pada KLH/BPLH. Sementara Totok meninggalkan posisi pimpinan Kortastipidkor untuk memimpin Polda Sulbar.

Tantangan Penegakan Hukum di Bumi Malaqbi

Pengalaman Totok di bidang reserse dan pemberantasan korupsi dibawa ke Sulbar. Ia akan memimpin kepolisian di provinsi yang memiliki berbagai persoalan penegakan hukum, mulai dari tindak pidana umum hingga perkara yang berkaitan dengan korupsi dan pengelolaan sumber daya daerah.

Pergantian ini menjadi bagian dari rotasi besar-besaran yang dilakukan Kapolri Suyudi. Sejumlah posisi Kapolda mengalami pergantian dalam mutasi kali ini. Bagi Polda Sulbar, kedatangan Totok menandai kepemimpinan baru di jajaran kepolisian provinsi tersebut.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: editorial9.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top