MAMUJU — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana membuka Kejuaraan Gateball Piala Gubernur Sulbar di Mamuju, mewakili Gubernur Suhardi Duka. Turnamen ini diikuti tim dari Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. Panitia menyebut kejuaraan ini sebagai barometer kekuatan gateball di Kawasan Timur Indonesia.
Junda yang juga menjabat Ketua Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Sulbar menyatakan turnamen ini menjadi pemanasan penting sebelum Kejurnas. Menurutnya, kejuaraan nasional akan digelar sekitar sepekan setelah Piala Gubernur berlangsung.
"Tentu kegiatan ini kita anggap sebagai pemanasan untuk menghadapi kejuaraan nasional yang insyaallah akan dilaksanakan satu minggu lagi ke depan. Pertama tentu kegiatan ini saya apresiasi kepada seluruh tim peserta," ujar Junda.
Junda mengungkapkan perkembangan fasilitas gateball di Sulbar meningkat pesat. Jika awalnya hanya ada dua lapangan, kini sudah ada enam lapangan representatif di Mamuju. Jumlah itu belum termasuk fasilitas yang tersedia di lingkungan balai dan instansi lain.
"Peminatnya semakin banyak karena ini olahraga kemasyarakatan," ungkap Junda.
Ia juga mengapresiasi kekompakan pihak yang terlibat, mulai dari Pemprov Sulbar, balai-balai vertikal di Sulbar, hingga para sponsor.
Kepengurusan Pergatsi Sulbar bertambah solid dengan dipercayakannya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulbar Safaruddin sebagai Wakil Ketua Pengurus Gateball Provinsi Sulbar. Kehadiran Safaruddin mendampingi Junda di garis depan pembinaan dinilai menjadi kombinasi antara kepemimpinan birokrasi dan semangat olahraga masyarakat.
Safaruddin menyampaikan komitmennya untuk membesarkan gateball di Bumi Manakarra. Ia menyebut jabatan itu sebagai amanah dan kehormatan besar.
"Ini adalah sebuah amanah dan kehormatan besar bagi saya dipercaya sebagai Wakil Ketua Pergatsi Sulbar. Terima kasih kepada Ketua, Bapak Sekda, atas kepercayaannya," ujar Safaruddin.
Ia menegaskan gateball bukan sekadar olahraga pukul bola, melainkan olahraga strategi yang melatih fokus dan kebersamaan. Menurutnya, hal itu sejalan dengan semangat KORMI sebagai olahraga masyarakat.
"Bagi saya, gateball ini bukan sekadar olahraga pukul bola, tapi olahraga strategi, melatih fokus dan yang paling penting adalah kebersamaannya. Ini sejalan dengan semangat KORMI sebagai olahraga masyarakat. Kami di pengurus akan all-out memasyarakatkan gateball sampai ke kabupaten, bahkan kami siap mendorong terbentuknya lapangan-lapangan baru di lingkungan OPD dan masyarakat umum," tegasnya.
Gateball berada di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) dan mengedepankan unsur rekreasi, kebugaran, serta hiburan. Olahraga ini dimainkan lima lawan lima dan sering dijuluki "catur berjalan" karena menuntut strategi serta kerja sama tim yang tinggi.
Dari sisi keamanan, gateball bisa dimainkan semua umur, dari pemuda hingga lansia. Kombinasi itu membuat gateball tumbuh sebagai olahraga kemasyarakatan, bukan sekadar cabang kompetitif.
Dengan duet kepemimpinan Junda Maulana dan Safaruddin, Pergatsi Sulbar optimistis mampu mencetak prestasi di Kejurnas mendatang. Sulbar juga menargetkan diri sebagai salah satu barometer gateball nasional.