Sekda Sulbar Junda Maulana Sentil ASN soal Jam Kerja: Masuk 07.30 Pulang 16.00 Belum Dinamakan Mengabdi

Penulis: Qodri Anwar  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 12:46:01 WIB
Sekda Sulbar Junda Maulana memberikan arahan kepada ASN lingkup Pemprov Sulbar di Mamuju.

MAMUJU — Dalam arahannya kepada seluruh ASN lingkup Pemprov Sulbar, Junda Maulana menyebut pengabdian menuntut kemauan bekerja di atas standar rutinitas harian. Menurutnya, kehadiran sesuai jadwal pagi hingga sore hanya konsekuensi dari status sebagai aparatur, bukan bentuk dedikasi.

"Kalau kita sebagai ASN hanya menjalankan tugas sehari-hari, itu belum dikatakan mengabdi atau berdedikasi. Itu baru sebatas konsekuensi dari status kita sebagai ASN," ujar Junda.

Ia mencontohkan, ASN yang masuk pukul 07.30 dan pulang pukul 16.00 belum masuk kategori mengabdi. Pengabdian, kata dia, butuh kemauan luar biasa dan dedikasi nyata di atas standar biasa.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Syarat Akselerasi Pembangunan

Selain menyoroti kedisiplinan dan mentalitas kerja, Junda menginstruksikan seluruh instansi mengikis ego sektoral. Dinas-dinas diminta memperkuat kolaborasi lintas sektor agar setiap kebijakan yang dihasilkan berdampak nyata bagi masyarakat.

Instruksi itu ia kaitkan dengan target menyukseskan program panca daya Gubernur Sulbar Suhardi Duka. Menurut Junda, akselerasi pembangunan daerah hanya bisa dicapai jika seluruh perangkat daerah bergerak dalam satu arah.

PDRB Sulbar Naik dari Rp4,45 Triliun ke Rp54,65 Triliun

Di tengah dorongan kinerja yang lebih masif, Junda memberi apresiasi atas capaian ekonomi Sulbar sejak provinsi itu berdiri. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulbar melesat dari Rp4,45 triliun sebelum 2004 menjadi Rp54,65 triliun.

Angka kemiskinan terpangkas dari 20 persen menjadi 10 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga naik dari 58 menjadi 71 poin. Sulbar turut mengantongi predikat tingkat pengangguran terendah se-Sulawesi dari Kemendagri.

IPM dan Kemiskinan Masih Perlu Dipacu

Meski mencatat sejumlah capaian, Junda mengingatkan ASN tidak cepat berpuas diri. Beberapa indikator seperti IPM dan kemiskinan dinilai masih perlu dipacu agar melampaui rata-rata nasional.

"Kalau bukan kita yang kompak, siapa lagi? Ayo tingkatkan kinerja dan semangat untuk memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat dan Pemprov Sulbar," pungkas Junda.

Teguran itu menjadi penanda bahwa evaluasi kinerja aparatur akan menjadi salah satu fokus Pemprov Sulbar pada tahun ke-20 provinsi tersebut berdiri.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: mamuju.inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top