MAMUJU — Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan dua kawasan pendidikan terpadu di Sulawesi Barat rampung sebagai bagian dari perluasan akses belajar bagi anak keluarga prasejahtera. Pembangunan Sekolah Rakyat di Mamuju dan Polewali Mandar dikerjakan PT Hutama Karya (Persero) di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan keterangan itu di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Program tersebut mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita.
Sekolah Rakyat Mamuju menempati lahan seluas 8,03 hektare dengan luas bangunan 40.958 m³. Kawasan ini menyediakan gedung pendidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA sekaligus delapan asrama yang terbagi empat putra dan empat putri.
Fasilitas pendukung mencakup rumah susun guru, guest house, masjid, gedung ibadah, gedung serbaguna, kantin tiap jenjang, serta dapur atau kitchen lab. Ada pula rumah genset atau power house, GWT, tempat pembuangan sementara, gudang perawatan, pos keamanan, lapangan upacara, dan dua lapangan basket.
Sekolah Rakyat Polewali Mandar berdiri di atas lahan 6,5 hektare dengan luas bangunan 8.749 m³. Kapasitasnya dirancang untuk 420 siswa.
Fasilitas di lokasi ini meliputi gedung SD, tiga asrama siswa, rumah susun guru, guest house, masjid, kantin, dan dapur atau kitchen lab. Dua lapangan basket turut disiapkan sebagai penunjang kegiatan siswa.
Penyediaan asrama menjadi bagian rancangan sekolah agar kawasan pendidikan tersebut menunjang kebutuhan belajar dan kehidupan siswa sehari-hari. Total 1.680 siswa dari dua lokasi akan terlayani setelah pembangunan rampung.
Dody menyebut pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak keluarga prasejahtera. Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga siswa.
"Sekolah rakyat merupakan program utama untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan menyekolahkan adik-adik dari keluarga prasejahtera, mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarganya dari prasejahtera menjadi sejahtera, sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045," kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Pembangunan dua sekolah tersebut sejalan dengan Visi PU 608, khususnya target 0 persen kemiskinan melalui penyediaan infrastruktur pendidikan. Infrastruktur itu ditujukan untuk membuka akses terhadap layanan dasar sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kemen PU menyatakan terus menghadirkan infrastruktur pendidikan yang aman, fungsional, dan berkelanjutan melalui sinergi dengan pemerintah daerah serta kementerian atau lembaga terkait. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia serta mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.