Kesbangpol Sulbar Kukuhkan Pengurus FKUB 2026–2031, Gubernur Suhardi Duka Tekankan Dialog Cegah Konflik

Penulis: Rendi Kusuma  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:46:32 WIB
Pengurus FKUB Sulbar periode 2026–2031 dikukuhkan di Mamuju, dipimpin Nur Salim Ismail.

MAMUJU — Kepengurusan FKUB Sulbar untuk lima tahun ke depan dipimpin Nur Salim Ismail. Pelantikan pengurus baru berlangsung bersamaan dengan penyerahan penghargaan dari Asosiasi FKUB Indonesia kepada Gubernur Suhardi Duka atas kontribusinya menjaga stabilitas daerah di tengah keberagaman masyarakat.

Kegiatan bertema "Otoritas Keberagaman dan Tantangan Kerukunan di Era Digital" itu dihadiri Sekda Sulbar Junda Maulana, Ketua Asosiasi FKUB Indonesia Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet, serta sejumlah tokoh lintas agama. Kehadiran pengurus asosiasi tingkat nasional menandai pengakuan atas kerja kerukunan yang berjalan di provinsi ini.

Mengapa Dialog Jadi Prioritas Gubernur Suhardi Duka

Dalam arahannya, Gubernur menekankan pentingnya mengedepankan pencegahan konflik melalui dialog, komunikasi, dan penguatan persatuan. Keberagaman suku dan agama di Sulawesi Barat perlu dirawat melalui sikap saling menghormati dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.

Penekanan pada pencegahan, bukan penanganan setelah konflik pecah, menjadi pesan utama dalam pengukuhan kali ini. Pemerintah provinsi memposisikan FKUB sebagai garda depan yang bekerja sebelum ketegangan sosial muncul ke permukaan.

Peran FKUB sebagai Mitra Pemerintah di Mata Kesbangpol

Kepala Badan Kesbangpol Sulbar Muh. Darwis Damir menyebut FKUB memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama dan mengantisipasi potensi konflik sosial. Menurutnya, forum ini harus aktif membangun komunikasi lintas keyakinan.

"FKUB diharapkan terus memperkuat dialog lintas agama, membangun komunikasi yang baik, serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah dan masyarakat agar kerukunan tetap terjaga," ujar Darwis.

Kesbangpol Sulbar menyatakan mendukung sinergi antara pemerintah daerah, FKUB, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat toleransi serta menjaga stabilitas daerah. Dukungan itu mencakup fasilitasi kegiatan maupun koordinasi rutin antarlembaga.

Tantangan Kerukunan di Era Digital Jadi Fokus Program Kerja

Pengurus FKUB periode 2026–2031 diharapkan menjalankan program kerja secara terarah, termasuk merespons tantangan kerukunan di era digital. Isu ini diangkat sebagai tema utama karena penyebaran informasi lintas platform kini ikut memengaruhi suasana keberagaman di tingkat kampung dan kelurahan.

Melalui rapat penguatan program ekosistem kerukunan, Kesbangpol Sulbar mendorong pengurus baru menyusun langkah konkret yang menyentuh langsung masyarakat. Fokusnya bukan hanya forum diskusi di tingkat provinsi, tetapi juga pendampingan hingga ke kabupaten dan kota.

Pengukuhan ini menutup rangkaian pembentukan kepengurusan FKUB Sulbar untuk lima tahun mendatang. Evaluasi program kerja akan menjadi ukuran apakah pendekatan dialog yang ditekankan pemerintah provinsi berjalan sesuai target.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: beritanasional.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top