MAMUJU — Peserta Magang Kemenaker memberikan pendampingan belajar dengan mengarahkan warga binaan mengenal huruf dan melatih kemampuan membaca secara bertahap. Materi disampaikan dengan pendekatan sederhana dan komunikatif agar suasana belajar terasa nyaman.
Kegiatan berlangsung di Ruang Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Mamuju. Pembelajaran menyasar warga binaan yang belum memiliki kemampuan membaca sama sekali.
Kemampuan membaca tidak sekadar membantu seseorang memahami informasi tertulis. Bagi warga binaan, kemampuan itu menjadi bekal untuk mengikuti berbagai program pembinaan dan meningkatkan kemandirian.
Rutan Mamuju menilai literasi dasar menentukan seberapa jauh warga binaan bisa menyerap materi pembinaan lain. Tanpa kemampuan membaca, program keterampilan dan pengetahuan yang disiapkan selama masa pembinaan sulit diikuti secara optimal.
Kepala Rutan Kelas IIB Mamuju Sudirman menyampaikan apresiasi atas inisiatif peserta magang Kemenaker yang turut berkontribusi meningkatkan kemampuan literasi warga binaan.
"Pemberantasan buta aksara merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kami ingin memastikan bahwa setiap Warga Binaan memiliki kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri, tanpa terkendala oleh keterbatasan kemampuan membaca. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari perubahan positif, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membuka peluang bagi Warga Binaan untuk meraih masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan," tuturnya.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Rutan Mamuju menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada perubahan perilaku. Aspek pengetahuan, keterampilan, dan kualitas diri warga binaan ikut menjadi sasaran.
Dengan kemampuan membaca, warga binaan diharapkan lebih mudah mengakses pengetahuan dan mengikuti kegiatan pembelajaran lainnya. Bekal itu juga dipersiapkan untuk membantu mereka berintegrasi kembali dengan masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Kehadiran peserta magang Kemenaker menjadi wujud kontribusi dalam mendukung proses pembinaan yang humanis dan berorientasi pada pengembangan potensi individu. Setiap huruf yang dipelajari dinilai bukan sekadar rangkaian kata, melainkan langkah awal menumbuhkan harapan dan kepercayaan diri warga binaan.