MAMUJU — Sebanyak 16 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan donor darah yang digelar BNNP Sulawesi Barat bersama UPTD Pengelola Darah DKPPKB. Dari jumlah itu, tiga kantong bergolongan darah A, lima kantong golongan B, tiga kantong golongan AB, dan lima kantong golongan O. Seluruh darah akan disalurkan ke rumah sakit dan puskesmas yang membutuhkan transfusi.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor BNNP Sulbar ini diikuti oleh pegawai BNNP, personel Mako Brimob, dan warga sekitar. Setiap calon pendonor harus menjalani skrining kesehatan terlebih dahulu. Dari total 40 pendaftar, 24 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat karena tekanan darah tidak stabil atau kadar hemoglobin rendah.
Plt. Kepala BNNP Sulawesi Barat, Ilham Fachri, menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata kepedulian sosial antarinstansi. "Setetes darah yang didonorkan memiliki arti besar bagi keselamatan sesama. Kolaborasi ini juga memperkuat semangat gotong royong," ujarnya dalam sambutan.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menekankan pentingnya ketersediaan darah yang memadai. Menurutnya, transfusi darah dibutuhkan tidak hanya dalam kondisi darurat seperti kecelakaan atau operasi, tetapi juga untuk pasien dengan penyakit kronis yang menjalani pengobatan rutin.
"Kami mengapresiasi kolaborasi BNNP Sulbar bersama UPTD Pengelola Darah. Semoga sinergi ini terus berlanjut dan semakin banyak instansi maupun masyarakat yang tergerak menjadi pendonor darah secara rutin," kata dr. Nursyamsi.
Kegiatan ini disebut sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam memperkuat layanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan. DKPPKB berharap kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela terus meningkat. Selain menyelamatkan nyawa, donor darah juga menjadi bentuk investasi sosial yang berdampak langsung pada pelayanan kesehatan di daerah.
Donor darah rutin seperti ini rencananya akan diagendakan secara berkala oleh BNNP Sulbar bersama DKPPKB. Targetnya, jumlah pendonor yang lolos skrining bisa bertambah pada kegiatan berikutnya.