7 Desa Wisata di Kulon Progo Dekat Bandara YIA, Udara Sejuk dan Asri

Penulis: Puguh Triyono  •  Senin, 07 September 2026 | 13:34:31 WIB
Berikut 3–5 caption foto berita yang sesuai dengan permintaan:

SULAWESI BARAT — Perkembangan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta tidak lagi berpusat di Malioboro. Kabupaten penyangga, khususnya Kulon Progo di kawasan barat, kini menjelma menjadi gerbang utama penyambut pelancong yang baru turun dari pesawat. Sejak Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) beroperasi di pesisir Temon, kawasan ini bertransformasi menjadi zona wisata yang memadukan infrastruktur modern dengan kearifan lokal.

Bentang alam Kulon Progo membentang dari garis pantai selatan Samudra Hindia hingga puncak Perbukitan Menoreh yang menyejukkan. Pemerintah daerah bersama masyarakat setempat berkolaborasi mengembangkan desa-desa wisata yang aman untuk keluarga dan menawarkan pengalaman otentik jauh dari kebisingan kota.

Desa Wisata Purwosari: Glamping di Lembah Menoreh

Desa Wisata Purwosari berada di Kecamatan Girimulyo, kawasan Perbukitan Menoreh. Destinasi ini menawarkan pengalaman menginap di alam terbuka atau glamping dengan latar lanskap lembah hijau.

Pengunjung bisa menikmati udara sejuk pegunungan sambil berjalan menyusuri area persawahan. Program pemberdayaan masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan juga bisa dikenali lebih dekat di sini.

Desa Wisata Banjaroya: Surga Durian Lokal di Tepi Sungai Progo

Berlokasi di Kecamatan Kalibawang, Desa Wisata Banjaroya terkenal sebagai sentra agrowisata durian. Varietas unggulan seperti Durian Menoreh Kuning bisa dinikmati langsung dari kebunnya.

Panorama aliran Sungai Progo yang megah terlihat jelas dari ketinggian bukit. Aktivitas susur sungai dan edukasi pertanian organik bersama petani setempat juga menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin belajar.

Desa Wisata Jatimulyo: Pesona Alam dan Budaya yang Lain

Desa Wisata Jatimulyo melengkapi daftar destinasi asri di Kulon Progo yang dekat dengan bandara. Kawasan ini turut berkontribusi dalam transformasi wilayah barat Yogyakarta sebagai titik sambut yang menyuguhkan transisi mulus antara kemodernan penerbangan dan ketenangan alam pedesaan.

Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Lokal

Kehadiran desa-desa wisata ini memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Pengelola pariwisata mendedikasikan kawasan tersebut sebagai zona penyambutan wisata yang ramah lingkungan.

Keberhasilan memadukan kemajuan infrastruktur penerbangan kelas dunia dengan pelestarian kearifan lokal terbukti menarik minat jutaan pengunjung setiap tahunnya. Para pelancong yang mendambakan suasana hijau menyegarkan kini memiliki alternatif liburan akhir pekan yang dekat dari bandara.

Bagi traveler yang merencanakan liburan keluarga, ketujuh desa wisata ini menawarkan fasilitas rekreasi harian yang santai dan aman. Informasi terkini mengenai tarif masuk, jam operasional, dan paket wisata dapat dikonfirmasi langsung melalui dinas pariwisata setempat sebelum keberangkatan.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: jogja.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top