MAMUJU — A. Tenri Abeng, relawan lingkungan World Cleanup Day Sulawesi Barat, menilai pengelolaan sampah organik di Bangalore, India, menjadi salah satu praktik terbaik yang pernah ia saksikan langsung. Menurutnya, seluruh sampah organik dari sebuah lingkungan di kota tersebut dikelola secara khusus dan terpusat di satu tempat.
"Yang terakhir ini kita ke Bangalore di India, ada satu keren banget di sana, pengelolaan sampah organik," kata Tenri dalam dialog di RRI Mamuju, Jumat (4/9/2026).
Tenri mengawali kunjungan studinya ke Kamboja dan Vietnam. Di dua negara Asia Tenggara ini, ia mengamati langsung sistem pengolahan sampah perkotaan, termasuk saat mengunjungi sebuah universitas di Hanoi.
"Pertamanya pertama kali kunjungan itu ke Kamboja dengan Vietnam, lihat pengolahan sampah Kamboja," ujarnya.
Dari Asia Tenggara, Tenri melanjutkan pengamatannya ke Swedia untuk mempelajari teknologi pengolahan sampah di Eropa Utara. Ia juga sempat mengunjungi Nepal dalam rangkaian kegiatannya sebagai relawan lingkungan.
Di tengah pengalaman internasionalnya, Tenri menyoroti persoalan yang kian mengemuka di Sulawesi Barat. Ia menilai tren thrifting atau pakaian bekas impor yang terus berkembang berpotensi menambah gunungan sampah tekstil yang sulit terurai.
Tenri berharap praktik pengelolaan sampah yang ia lihat di sejumlah negara bisa menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan masyarakat Sulawesi Barat. Menurutnya, pendekatan setiap negara berbeda, tetapi semuanya berangkat dari kesadaran warga untuk memilah sampah sejak dari sumbernya.
Dialog yang digelar RRI Mamuju ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut World Cleanup Day yang jatuh pada bulan September. Tenri sendiri telah lama aktif sebagai relawan kebersihan dan kerap mewakili Sulawesi Barat dalam berbagai forum lingkungan internasional.