SULAWESI BARAT — Penyebab utama: Direktur Pemasaran Retail Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan pergeseran pola konsumsi itu menjadi pemicu antrean secara umum, bukan hanya di satu dua wilayah. Fasilitas sarana dan prasarana SPBU punya kapasitas terbatas, terutama jumlah dispenser dan nozzle untuk tiap jenis BBM.
Ricky menjelaskan desain fasilitas SPBU sebenarnya sudah disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah populasi masyarakat di wilayah setempat. Namun, perubahan pola konsumsi membuat permintaan terhadap produk tertentu melonjak dan memicu antrean.
"Kenapa banyak berita-berita antrean ini sebenarnya secara BBM stok tersedia, hanya karena terjadinya shifting," ujar Ricky di kawasan Terminal Rewulu Pertamina, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (11/9).
Menurut dia, shifting dari Pertamax Series dan Dex Series ke Pertalite maupun Biosolar berdampak pada penumpukan di beberapa titik. SPBU dinilai sangat terbatas fasilitasnya untuk menambah dispenser atau nozzle bagi produk seperti Pertalite dan Biosolar.
Untuk mengurangi potensi penumpukan, Pertamina Patra Niaga mengembangkan SPBU berukuran lebih kecil di wilayah yang jarak antarlembaga penyalurnya cukup jauh. Pengembangan itu antara lain diarahkan ke sejumlah daerah di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
"Ini salah satu solusi untuk daerah-daerah khususnya Sumatera, Kalimantan maupun juga Sulawesi yang jarak antara lembaga penyalur cukup jauh. Kami bisa sisihkan di antaranya dengan membangun SPBU bertipe kecil, supaya bisa memecah antrean," kata Ricky.
Antrean juga bisa muncul akibat gangguan distribusi yang dipengaruhi kondisi geografis dan infrastruktur. Ricky mencontohkan kejadian di Banyuwangi, Jawa Timur, di mana akses menuju terminal BBM Pertamina sempat terganggu karena antrean kendaraan menuju Pelabuhan Banyuwangi mencapai sekitar 15-20 kilometer.
Kondisi itu berkaitan dengan revitalisasi dermaga yang dilakukan operator penyeberangan. Mobil tangki Pertamina kesulitan bergerak mendistribusikan BBM dari terminal, sehingga perusahaan mengalihkan pasokan dari sejumlah wilayah lain. Pertamina memiliki skema Regular Alternative Emergency (RAE) untuk menyiapkan jalur alternatif saat distribusi reguler terkendala.
"Tujuannya cuma satu, memastikan BBM itu masuk ke SPBU," ujarnya.
Sebelumnya, antrean BBM mengular terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Warga menunggu sejak Kamis (10/9) subuh karena khawatir tidak kebagian pasokan yang tergolong langka selama dua bulan terakhir.
"Saya memang sejak subuh rela menunggu antre bensin di SPBU Manggala, jangan sampai habis lagi. Antreannya sangat panjang," ucap Heru usai berjuang mendapatkan bensin di SPBU Manggala, Makassar, Kamis (10/9), seperti dikutip dari Antara.
Pantauan di dua SPBU Jalan Letnan Jenderal Hertasning dan Aroepala menunjukkan masyarakat berkumpul menunggu pasokan sejak pagi buta. Sejumlah SPBU dijaga aparat kepolisian serta petugas Dinas Perhubungan untuk mengatur kendaraan roda empat yang sudah parkir di badan jalan sejak malam.
Penutup: Pernyataan Pertamina ini menjawab keluhan warga soal kelangkaan BBM di sejumlah daerah. Persoalannya bukan pada stok, melainkan pada pola konsumsi yang bergeser dan keterbatasan infrastruktur penyaluran di lapangan.