600 Penonton Padati 3 Studio CineMaxx Mamuju, Video KETUK DOORS TBC Tayang Perdana Sebelum Film AUTOPSY

Penulis: Puguh Triyono  •  Sabtu, 12 September 2026 | 12:46:31 WIB
Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menyaksikan penayangan perdana video edukasi KETUK DOORS TBC di CineMaxx Mamuju.

MAMUJU — Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menyaksikan langsung jalannya acara bersama jajaran Pejabat Utama Polda Sulbar. Video KETUK DOORS TBC merupakan karya AKBP dr. Mauluddin M, S.Sos., SH., M.Biomed., Sp.FM., dokter forensik Polda Sulbar.

Materi tersebut berisi edukasi deteksi dini TBC melalui program KETUK DOORS yang melibatkan Bhabinkamtibmas. Logo Polri dan pesan "KETUK DOORS: Cegah TBC dari Rumah Anda" muncul di tiga layar bioskop sebelum film dimulai.

Mengapa Edukasi TBC Dipindah ke Layar Bioskop

Kabiddokkes Polda Sulbar AKBP dr. Elvis Jeferson, Sp.B., M.Adm.Kes., menyebut penayangan di bioskop sebagai cara memperluas jangkauan edukasi kesehatan. Menurutnya, Bhabinkamtibmas selama ini menjadi ujung tombak program KETUK DOORS dengan mendatangi warga dari pintu ke pintu.

"Ini bukan sekadar nobar. Ini adalah strategi komunikasi kesehatan publik yang baru," kata Elvis.

Lewat layar bioskop, pesan pencegahan dan deteksi dini TBC bisa sampai ke ratusan orang dalam satu waktu. Dirbinmas Polda Sulbar Kombes Pol Prasetya Sejati menambahkan, peran Bhabinkamtibmas tidak terbatas pada keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Bhabinkamtibmas adalah ujung tombak Polri di masyarakat. Melalui program KETUK DOORS, mereka tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi agen kesehatan yang mengedukasi warga langsung dari pintu ke pintu," ujarnya.

Brigjen Sumy Hastry hingga 250 Mahasiswa Poltekkes Mamuju

Kehadiran Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F., DFM., menjadi salah satu sorotan acara. Tokoh utama film AUTOPSY: Dead Body Can Talk itu datang bersama sejumlah tenaga ahli forensik. Turut hadir Iptu dr. Andi Iqbal Iskandar, MH., MARS., Sp.FM., Ketua Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Cabang Sulselbar.

Dalam sambutannya, Sumy menegaskan film tersebut tidak semata bercerita tentang kematian. Ia menyoroti peran ilmu forensik dalam mengungkap fakta dan mendukung proses keadilan.

"Film AUTOPSY bukan tentang kematian. Ini tentang bagaimana ilmu forensik bisa bicara untuk keadilan bagi yang sudah tiada, dan menyelamatkan yang masih hidup," ujar Sumy.

Ia mengaku senang bisa bertemu kalangan akademisi, tenaga kesehatan, mahasiswa, sejawat, serta Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut. Dari total 600 penonton, sekitar 250 orang merupakan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Mamuju dari jurusan keperawatan, kebidanan, gizi, dan kesehatan lingkungan.

Sekitar 150 tenaga kesehatan pendukung penanganan TBC Kabupaten Mamuju juga hadir. Kegiatan diikuti pula sekitar 100 pegawai organik dan kontrak RS Bhayangkara Mamuju, sekitar 60 personel Polda Sulbar termasuk PJU dan Bhabinkamtibmas, serta sekitar 40 personel Dokpol Biddokkes Polda Sulbar.

Jumlah Penonton Lampaui Kapasitas 591 Kursi

Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menilai film tersebut memberi pesan soal profesionalisme anggota Polri, khususnya polisi wanita. Menurutnya, seorang Polwan bisa menjalankan tugas negara secara profesional sekaligus tetap berperan sebagai istri dan ibu di tengah keluarga.

"Film ini memberikan pelajaran penting, khususnya bagi anggota Polri Polwan. Bagaimana seorang anggota Polri perempuan dapat menjalankan tugas negara dengan profesional, di saat yang sama tetap berperan sebagai istri dan ibu di tengah keluarga," kata Adi.

Terkait penanganan TBC, Adi menyatakan Polda Sulbar akan terus mendukung berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan, demi mencapai target eliminasi TBC di Sulawesi Barat.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengapresiasi kolaborasi antara Polri, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat.

"Sinergi antara Polri, tenaga kesehatan, dan masyarakat ini adalah model kolaborasi yang kita butuhkan untuk menekan angka TBC," katanya.

Menurut Nursyamsi, penanganan TBC menuntut upaya bersama mulai dari edukasi pencegahan, deteksi dini, hingga pengobatan.

CineMaxx Matos Mamuju Sebut Rekor Baru

Manajemen CineMaxx Matos Mamuju menyebut kegiatan itu sebagai salah satu capaian baru sejak bioskop beroperasi. Manager CineMaxx Matos Mamuju, Baim, mengatakan tiga studio dipakai untuk satu judul film dengan jumlah penonton mencapai sekitar 600 orang.

"Ini rekor baru kami. Tiga studio penuh u..."

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: mekora.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top