SULAWESI BARAT — Panitia membuka pendaftaran sejak 10 Juli hingga 6 September 2026. Peserta datang dari sekolah dan klub renang di seluruh Indonesia, dengan syarat bukan juara O2SN tingkat nasional atau provinsi, PON, POPNAS, Indonesia Open, KEJUARDA, KEJURNAS, FAI, maupun atlet POPB.
Nomor short course dipilih panitia sebagai fokus pertandingan. Menurut Ketua Panitia Pelaksana Agus Maulana, nomor ini dipakai untuk mengukur kepercayaan diri sekaligus kemampuan teknis perenang pemula tingkat pelajar.
"Kami fokuskan untuk mempertandingkan nomor short course karena untuk mengukur kepercayaan diri dan kemampuan perenang pemula tingkat pelajar," jelas Agus.
Panitia menyiapkan dua jalur penghargaan. Juara 1, 2, dan 3 setiap seri menerima medali, sementara juara acara 1, 2, dan 3 mendapat piala serta sertifikat eksklusif.
"Juara 1,2,3 setiap seri mendapatkan medali. Juara Acara 1,2,3 mendapat piala dan sertifikat eksklusif yang akan kami kurasikan. Apresiasi ini bagian dari motivasi kami dalam meningkatkan kebanggaan para perenang muda atas kerja kerasnya dalam latihan dan bertanding," terang Agus.
Hadiah uang pembinaan juga disiapkan dengan nilai total Rp 10 juta untuk para pemenang.
Kejuaraan ini sudah berjalan sejak 2024 dan tahun ini memasuki pelaksanaan ketujuh. Agus menyebut ajang ini sebagai ruang bagi anak-anak mengembangkan kemampuan berenang di luar jalur kompetisi resmi.
"Ini adalah kejuaraan renang khusus untuk pemula. Ini pelaksanaan yang ketujuh kami buat dari tahun 2024 untuk menjadi wadah anak-anak mengembangkan kemampuan berenangnya," jelas Agus.
Panitia berharap kejuaraan bisa berjalan berkelanjutan. Perenang muda dinilai butuh panggung rutin untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus mengasah mental bertanding sejak dini.
"Kami berharap ada perenang andal di masa depan yang lahir dari kejuaraan ini dan menjadi penyumbang medali untuk Indonesia di ajang internasional," ujarnya.