Prabowo Tutup 328 BUMN, Hemat Rp50 Triliun dari Biaya Operasional

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Kamis, 17 September 2026 | 10:18:32 WIB

SULAWESI BARAT — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah telah menutup 328 badan usaha milik negara (BUMN) sejak ia menjabat pada 20 Oktober 2024, dengan penghematan anggaran mencapai Rp50 triliun. Penutupan itu menyasar biaya overhead perusahaan pelat merah, mulai dari gaji direksi dan komisaris hingga sewa gedung dan kendaraan. Pemerintah menargetkan total 750 BUMN ditutup hingga akhir 2026, dengan potensi penghematan menembus Rp100 triliun.

Jakarta. Prabowo menyampaikan capaian itu dalam program "Presiden Prabowo Menjawab" pada Rabu (16/9). Menurutnya, efisiensi dari penutupan ratusan BUMN berasal dari pemangkasan pos-pos pengeluaran yang selama ini membebani keuangan negara, termasuk rapat kerja yang dinilainya kerap tidak produktif.

"BUMN umpamanya, sampai hari ini kita sudah tutup 328 BUMN lebih. Itu kita bisa hemat Rp50 triliun dari overhead. Gaji direksi, komisaris, sewa gedung, sewa mobil, rapat kerja," kata Prabowo.

Target 750 BUMN Ditutup hingga Akhir 2026

Pemerintah tidak berhenti di 328 perusahaan. Prabowo menargetkan jumlah BUMN yang ditutup mencapai 750 perusahaan hingga akhir 2026, yang berarti masih ada sekitar 400 perusahaan lagi yang akan dipangkas.

Jika target itu tercapai, penghematan anggaran diperkirakan menembus Rp100 triliun. Angka itu setara dengan dua kali lipat dari penghematan yang sudah diraih saat ini.

Prabowo menyebut dana sebesar itu sebenarnya tersedia melimpah di Indonesia, tetapi selama ini hanya dinikmati segelintir pihak yang berani melakukan korupsi. "Uang itu banyak di Indonesia, (tapi) yang menikmati hanya segelintir orang yang berani juga, berani maling," ucapnya.

Pupuk Indonesia dan Timah Jadi Contoh Kinerja Membaik

Di sisi lain, Prabowo menyoroti kinerja sejumlah perusahaan pelat merah yang justru mencatat lonjakan keuntungan. PT Pupuk Indonesia disebut mencatat kenaikan laba bersih hingga 252 persen, meski pemerintah menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen.

Menurut Prabowo, penurunan harga justru mendorong volume penjualan naik sehingga kinerja perusahaan tetap tumbuh. "PT Pupuk, Dirutnya luar biasa. PT Pupuk untung bersih naik 252 persen. Padahal, kita turunkan harga pupuk 20 persen. Dan dengan turun 20 persen, volume tambah, pupuk di mana-mana banyak, PT Pupuk untung 252 persen," ujarnya.

Prabowo juga menyinggung dampak pemberantasan tambang ilegal di sejumlah wilayah, termasuk Bangka Belitung, terhadap kinerja PT Timah Tbk. Perusahaan tambang timah itu kini mencatat kenaikan keuntungan hingga sembilan kali lipat dibandingkan 2025.

"PT Timah sekarang untung. Untungnya Anda mungkin tidak percaya, PT Timah itu keuntungannya sembilan kali, 900 persen," kata Prabowo.

Direksi Diminta Tidak Ambil Untung Pribadi

Prabowo mengaitkan perbaikan kinerja sejumlah BUMN dengan kebijakan pemerintah dan jajaran direksi yang dinilainya tidak mengambil keuntungan pribadi dari pengelolaan perusahaan negara.

"Karena direksi dan kita semua, kita tidak mau patgulipat. Kita tidak mau mencuri dari negara," tegasnya.

Langkah penutupan ratusan BUMN menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat neraca keuangan negara tanpa menaikkan beban pajak masyarakat. Bagi pelaku usaha, kebijakan ini membuka ruang efisiensi di sektor usaha milik negara, sekaligus mengubah peta persaingan di sejumlah industri yang selama ini diisi banyak perusahaan pelat merah.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top