MAMUJU — Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyatakan jajarannya siap menerjemahkan visi pembangunan daerah melalui program dan pelayanan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Pernyataan itu merespons amanat Sekretaris Provinsi Sulbar, Junda Maulana, yang menekankan bahwa visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera merupakan tanggung jawab bersama seluruh aparatur pemerintah.
Junda menegaskan bahwa target pembangunan daerah tidak bisa hanya dibebankan kepada pimpinan daerah. Diperlukan kekompakan dan sinergi seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk menghadapi berbagai target pembangunan, terutama di tengah kondisi fiskal yang terbatas.
Menurut Junda, setiap program pemerintah harus diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program juga harus mendukung pencapaian indikator pembangunan daerah, bukan sekadar terlaksana secara administratif.
“Visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera adalah tanggung jawab kita bersama. Di DKPPKB, kami menerjemahkannya melalui kerja nyata di bidang kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana. Setiap program harus memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat serta berkontribusi terhadap pencapaian indikator pembangunan daerah,” ujar dr. Nursyamsi Rahim.
Ia menyebut keterbatasan sumber daya dan kondisi fiskal sebagai tantangan yang harus dijawab dengan kolaborasi, inovasi, efektivitas program, serta penguatan koordinasi antar pihak.
dr. Nursyamsi menegaskan seluruh jajaran DKPPKB, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, perlu memiliki arah kerja yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, pekerjaan di sektor kesehatan dan kependudukan tidak bisa ditangani sendiri oleh dinas.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Penguatan pelayanan kesehatan primer, peningkatan kualitas kesehatan keluarga, pemberdayaan masyarakat, hingga pengendalian penduduk membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.
Ia menambahkan, momentum Hari Kesadaran Nasional menjadi pengingat bagi seluruh ASN DKPPKB untuk terus memperkuat integritas, disiplin, profesionalisme, dan semangat pelayanan publik.
Menurut dr. Nursyamsi, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya dilihat dari terlaksananya berbagai kegiatan. Yang lebih penting, sejauh mana program tersebut mampu meningkatkan akses masyarakat, memperbaiki kualitas pelayanan, serta memberikan perubahan positif bagi kehidupan warga Sulawesi Barat.
DKPPKB Sulawesi Barat terus memperkuat berbagai program strategis yang mendukung pembangunan sumber daya manusia. Langkah itu sejalan dengan arah pembangunan daerah dan semangat Panca Daya, khususnya dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter serta tata kelola pemerintahan yang baik.
“Mari kita jadikan setiap tugas sebagai bagian dari kontribusi untuk Sulawesi Barat. Ketika seluruh ASN bergerak dalam satu arah, bekerja dengan kolaborasi dan semangat pelayanan, maka pembangunan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dapat kita dorong bersama,” pungkas dr. Nursyamsi.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya DKPPKB Sulawesi Barat menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat sebagai kontribusi menuju Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.