SULAWESI BARAT — Kementerian Pariwisata menyiapkan strategi subsidi dan paket bundling untuk menekan biaya perjalanan wisata yang masih jadi kendala utama traveler Indonesia. Subsidi menyasar periode mobilitas tinggi seperti libur Lebaran, libur sekolah, dan libur akhir tahun. Paket bundling didorong agar wisatawan tidak perlu membeli komponen perjalanan secara terpisah.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati menegaskan pemerintah terus berkoordinasi lintas kementerian untuk menjaga akses masyarakat terhadap destinasi wisata. Persoalan harga tiket, terutama transportasi udara, disebut membutuhkan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan karena kewenangan harga ada di sana.
"Harus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan karena harga tiket ini tentu menjadi kewenangan dari Kementerian Perhubungan dan ini juga menjadi atensi Presiden," ujar Ni Luh Enik saat menghadiri wisuda Poltekpar Makassar, Sabtu (19/9/2026).
Pemerintah memberikan subsidi tiket pada periode tertentu untuk membantu masyarakat menjangkau biaya perjalanan. Kebijakan itu diterapkan saat mobilitas masyarakat sedang tinggi.
"Dari sisi pemerintah menghadirkan subsidi-subsidi pada periode tertentu seperti libur Lebaran, libur anak sekolah, kemudian juga libur akhir tahun," katanya.
Bagi traveler yang merencanakan liburan keluarga, periode tersebut biasanya jadi waktu paling mahal untuk terbang. Subsidi di momen itu diharapkan menekan lonjakan harga yang kerap membuat rencana perjalanan batal.
Selain subsidi, Kementerian Pariwisata mendorong pelaku industri menghadirkan paket perjalanan yang lebih kompetitif. Salah satu pendekatannya lewat penjualan paket secara bundling.
"Kami koordinasi dengan teman-teman industri pariwisata, bagaimana kita bisa menghadirkan paket-paket yang lebih kompetitif, bundling-bundling," ujar Ni Luh Enik.
Dengan skema bundling, tiket pesawat, penginapan, dan komponen lain dijual dalam satu harga. Pelaku industri punya ruang mengatur harga lewat berbagai komponen perjalanan. Wisatawan mendapat lebih banyak pilihan saat merencanakan liburan.
Upaya tersebut dilakukan di tengah pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara. Ni Luh Enik menyebut tren kunjungan masih positif.
"Kami lihat juga kunjungan wisatawan baik itu mancanegara maupun wisatawan nusantara saat ini masih terus tumbuh positif dan kami tetap optimistis bahwa Indonesia masih menjadi destinasi tujuan dari wisatawan baik mancanegara maupun nusantara," katanya.
Perubahan kondisi geopolitik dan geoekonomi global menjadi tantangan tersendiri bagi pemasaran pariwisata Indonesia. Kementerian Pariwisata memperkuat pasar jarak dekat dan menengah, khususnya Asia dan Oceania.
"Kita tetap harus adaptif terhadap perubahan. Ketika kondisi geopolitik, geoekonomi berubah dan ada perang di Timur Tengah, kami langsung melakukan adaptasi pasar dengan memperkuat pasar yang medium haul dan juga short haul seperti Asia dan Oceania," ujarnya.
Penguatan pasar dilakukan lewat kolaborasi dengan industri pariwisata, termasuk sales mission dan partisipasi dalam pameran. Strategi pemasaran juga diperkuat melalui kanal digital dan penjualan langsung.
Belum ada rincian resmi soal besaran subsidi maupun daftar maskapai dan periode pastinya. Traveler yang berencana liburan pada momen libur sekolah atau akhir tahun sebaiknya memantau pengumuman resmi Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perhubungan.
Untuk paket bundling, skema dan harga bergantung pada masing-masing pelaku industri. Informasi terkini dapat dikonfirmasi langsung ke agen perjalanan atau penyedia paket wisata pilihan Anda.