Pencarian

Vincent Kompany Dinilai Layak Gantikan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA

Jumat, 14 Agustus 2026 • 07:53:01 WIB
Vincent Kompany Dinilai Layak Gantikan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA
Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, dinilai layak menggantikan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA oleh mantan bek Tottenham Hotspur, Toby Alderweireld.

SULAWESI BARAT — Usulan mengejutkan datang dari mantan bek Tottenham Hotspur, Toby Alderweireld, terkait kepemimpinan tertinggi sepak bola dunia. Ia menilai pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, adalah sosok yang tepat untuk memimpin FIFA di masa depan, menggantikan Gianni Infantino yang dianggap kurang memahami esensi permainan.

Menurut Alderweireld, Kompany memiliki visi untuk melindungi sepak bola, bukan sekadar menjalankan roda organisasi. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya kritik terhadap Infantino yang dinilai terlalu fokus pada aspek komersial dan bisnis.

Kritik Terhadap Kepemimpinan Infantino yang Kian Menguat

Infantino, yang naik ke posisi puncak FIFA setelah berkarier di UEFA, dinilai bukan berasal dari latar belakang sepak bola murni. Ia kerap dituding kurang memiliki wawasan mendalam tentang substansi olahraga ini serta dianggap mengabaikan hal-hal fundamental yang membuat sepak bola dicintai banyak orang.

"Satu hal yang sangat penting adalah orang yang berbicara haruslah orang sepak bola. Lihat saja Piala Dunia, ada pertunjukan 20 menit saat jeda istirahat. Di situlah Anda butuh seseorang yang paham sepak bola untuk berkata tidak," ujar Alderweireld kepada Hajper.

Kompany: Kombinasi Pemain Top dan Manajer Berkualitas

Kualifikasi utama Kompany menurut Alderweireld adalah rekam jejaknya sebagai pemain papan atas dan manajer yang sukses. Kompany merupakan peraih gelar beruntun di Belgia dan Inggris, serta baru saja mempersembahkan gelar Bundesliga berturut-turut untuk Bayern Munich.

"Sangat penting presiden FIFA adalah seseorang yang pernah bermain dan memahami permainan ini. Kami semua pernah menjadi penggemar. Lalu kami menjadi pemain. Kami tahu kedua sisi. Kami bukan sekadar orang yang menghasilkan banyak uang dari bermain di Premier League dan Liga Champions," tambahnya.

Menjaga Tradisi dari Intervensi Pebisnis

Alderweireld, yang pernah bermain 47 kali bersama Kompany di lini pertahanan Belgia, menegaskan bahwa hal terindah dari sepak bola adalah tradisinya. Ia menilai inovasi tetap memiliki tempat, namun tradisi harus dilindungi dari intervensi pihak-pihak yang hanya mengejar keuntungan.

"Kami juga penggemar sepak bola. Kami memainkan permainan ini dan tahu bagaimana rasanya menjadi pemain dan penggemar. Itulah mengapa Anda membutuhkan orang-orang sepak bola untuk menjaga para pebisnis tetap terkendali," tegas mantan bek Southampton tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, baik Kompany maupun Bayern Munich belum memberikan tanggapan resmi terkait rekomendasi dari Alderweireld tersebut.

Follow halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fourfourtwo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks