MAMUJU — Pemerintah Desa Pangasaan, Kecamatan Tapalang Barat, menyalurkan bantuan pangan kepada 263 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di kantor desa setempat. Bantuan berupa beras dan minyak goreng ini menyasar warga yang terdata dalam berbagai program sosial, termasuk penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga keluarga dengan kategori rentan stunting.
Bantuan pangan tersebut merupakan hasil kerja sama Badan Pangan Nasional dengan Perum Bulog. Pemerintah desa melibatkan perangkat desa dalam proses distribusi untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak terjadi antrean panjang.
“Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat penerima dan membantu kebutuhan sehari-hari warga,” ujar pihak pemerintah desa dalam keterangannya.
Program ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pokok warga kurang mampu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan di tengah tekanan ekonomi. Dengan menyalurkan langsung ke rumah tangga penerima, pemerintah desa berharap daya beli masyarakat tetap terjaga.
Pemerintah Desa Pangasaan menambahkan bahwa bantuan ini diutamakan bagi keluarga yang membutuhkan perhatian khusus terkait pemenuhan gizi. Langkah ini sejalan dengan program nasional percepatan penurunan stunting yang menyasar keluarga berisiko.
Penyaluran bantuan berlangsung tertib dengan pengawasan dari pemerintah desa dan perangkat desa. Warga penerima manfaat datang secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan untuk menghindari kerumunan.
Bantuan pangan ini merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah di tingkat desa untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat. Pemerintah Desa Pangasaan berharap program serupa dapat terus berlanjut secara berkala, khususnya bagi warga yang paling terdampak fluktuasi harga kebutuhan pokok.