SULAWESI BARAT — COO Danantara Dony Oskaria mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan asesmen menyeluruh terhadap PT INTI. Proses verifikasi ini menjadi dasar bagi keputusan akhir yang akan diambil.
"Kami sedang menjalankan proses asesmen menyeluruh terhadap PT INTI. Semua hal sedang diverifikasi sesuai dengan rencana streamlining yang telah kami sampaikan sebelumnya," jelas Dony, Selasa (26/5/2026).
Jaminan Tak Ada PHK Massal
Meski rencana penutupan sudah di atas meja, pemerintah berkomitmen melindungi hak-hak pekerja. Dony memastikan tidak akan ada kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Untuk mengawal proses transisi, BPI Danantara menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Kolaborasi ini bertujuan memastikan prinsip keadilan bagi semua pihak tetap terjaga, termasuk jaminan bahwa hak normatif pegawai tidak akan dikurangi.
"Pemerintah berupaya memegang teguh komitmen 'no one left behind'," tegas Dony.
Dari Pabrik Telepon Era Habibie hingga Digital Service
PT INTI resmi didirikan pada 30 Desember 1974. Namun, cikal bakalnya sudah ada sejak 1966 melalui kerja sama PN Telekomunikasi dengan Siemens AG asal Jerman, yang kemudian melahirkan Pabrik Telepon dan Telegraf (PTT) pada 1968.
Pendirian PT INTI sebagai perusahaan mandiri merupakan proyek strategis yang dipimpin langsung oleh Menteri Riset dan Teknologi kala itu, BJ Habibie. Pada masa awal, perusahaan memiliki pabrik perakitan telepon, peralatan transmisi, hingga laboratorium software komunikasi data.
Memasuki periode 1984–1998, PT INTI menjadi pelopor digitalisasi jaringan telekomunikasi nasional. Bersama Telkom, perusahaan menyelesaikan proyek otomatisasi telepon di seluruh Indonesia. Hingga 2002, PT INTI tercatat telah membangun sekitar 2.000 Base Transceiver Station (BTS) seluler di berbagai wilayah.
Bisnis yang Masih Berjalan di 2026
Meski terancam dibubarkan, PT INTI masih memiliki operasional aktif di beberapa lini. Perusahaan menjalankan empat unit bisnis utama: manufaktur dan perakitan perangkat keras telekomunikasi, managed service, digital service, serta system integrator.
Unit-unit tersebut saat ini tengah dalam proses verifikasi oleh Danantara. Proses ini menentukan aset mana yang bisa dipertahankan, dialihkan, atau dihentikan operasinya.
Keputusan akhir nasib PT INTI diperkirakan akan diumumkan setelah seluruh tahapan asesmen dan koordinasi dengan Kemnaker rampung. Bagi para pekerja dan mitra bisnis yang telah puluhan tahun bergantung pada perusahaan ini, masa depan masih menggantung.