MAMUJU — Kabar bahagia menyelimuti RSUD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) setelah empat bayi kembar pertama yang lahir di rumah sakit itu dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari komitmen pelayanan kesehatan ibu dan anak berkualitas di daerah tersebut.
Perawatan Intensif Tim Multidisiplin
Direktur RSUD Provinsi Sulbar, dr. Musadri Amir Abdullah, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan penanganan kasus langka ini. Menurutnya, kelahiran kembar empat tersebut merupakan kasus pertama yang berhasil ditangani dengan sukses di RSUD Sulbar.
“Alhamdulillah, hari ini keempat bayi telah diperbolehkan pulang ke rumah dalam kondisi sehat. Ini adalah kebahagiaan bagi keluarga sekaligus kebanggaan bagi RSUD Provinsi Sulawesi Barat,” ujar dr. Musadri, Kamis.
Inovasi Malabbi: Kunci Keberhasilan Penanganan Persalinan Berisiko Tinggi
Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis anak, dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn), perawat, bidan, serta tenaga kesehatan lainnya. Selama masa perawatan, tim medis melakukan pemantauan ketat secara komprehensif.
Pencapaian ini juga menjadi bukti nyata dari komitmen Inovasi Malabbi (Manajemen Layanan Ibu dan Bayi) yang diterapkan di RSUD Provinsi Sulbar. Program ini digulirkan untuk mendukung visi Panca Daya Pemerintah Provinsi Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, khususnya dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter sejak awal kehidupan.
Harapan Keluarga dan Komitmen RSUD ke Depan
Kebahagiaan mendalam dirasakan oleh pihak keluarga pasien. Mereka menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas profesionalisme dan dedikasi seluruh jajaran tenaga medis RSUD Sulbar. Perhatian dan pendampingan yang intensif dinilai sangat membantu psikologis orang tua hingga seluruh bayi dinyatakan aman untuk dibawa pulang.
“Kami berharap keempat bayi dapat terus tumbuh sehat, mendapatkan pemantauan kesehatan secara rutin, dan kelak menjadi generasi yang membanggakan daerah,” tambah dr. Musadri.
Melalui pencapaian historis ini, RSUD Provinsi Sulbar berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu dan fasilitas pelayanan, terutama pada kasus-kasus persalinan berisiko tinggi (high-risk pregnancy). Langkah ini diambil demi menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien di Sulbar.