SULAWESI BARAT — Instruksi itu disampaikan Aletinus saat menutup Sidang Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Lanny Jaya Tahun Anggaran 2025 di Jayapura, Rabu (15/7/2026). Menurut dia, sinergi lintas pemerintahan adalah kunci agar Lanny Jaya tidak tertinggal dalam laju pembangunan nasional.
Mengapa APBD Daerah Tidak Cukup
Aletinus menilai kapasitas fiskal daerah sangat terbatas. Ia menegaskan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Seluruh kepala OPD harus lebih proaktif membangun komunikasi, koordinasi, dan sinkronisasi dengan pemerintah di tingkat provinsi maupun pusat sehingga berbagai persoalan pembangunan dapat diselesaikan secara bersama," ujarnya dalam sambutan yang dikutip dari rilis resmi.
Dengan koordinasi yang kuat, pemerintah daerah berharap bisa menangkap program-program strategis dari kementerian maupun lembaga di Jakarta. Termasuk membuka pintu bagi sektor swasta untuk berinvestasi di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan layanan dasar.
Target Pemerataan ke Wilayah Terpencil
Bupati menekankan bahwa target pembangunan tidak boleh hanya terpusat di ibu kota kabupaten. Seluruh wilayah Lanny Jaya, termasuk daerah-daerah yang aksesnya sulit dan minim fasilitas umum, harus menjadi prioritas.
Menurut Aletinus, pendekatan ini diperlukan untuk mengurangi kesenjangan pembangunan yang selama ini terasa tajam antara wilayah perkotaan dan pedalaman. Ia meminta OPD bekerja lebih inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan.
"Pemerintah daerah harus mampu menangkap setiap peluang program dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi yang dapat mendukung percepatan pembangunan di Lanny Jaya," kata Aletinus.
Kolaborasi dengan Swasta Jadi Andalan Baru
Selain mengoptimalkan anggaran negara, pemerintah kabupaten juga mendorong kemitraan dengan pihak swasta. Aletinus menilai kolaborasi ini bisa menghadirkan investasi, peluang kerja sama, dan inovasi yang tidak bisa ditanggung sepenuhnya oleh APBD.
Ia optimistis, dengan jejaring yang lebih luas, berbagai persoalan klasik seperti keterbatasan akses transportasi, listrik, dan air bersih bisa dipecahkan secara bertahap. Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya menargetkan percepatan pembangunan yang berkelanjutan bisa terwujud dalam waktu dekat.