MAMUJU — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang juga merupakan pendiri RS Mitra Manakarra, menegaskan komitmennya untuk mengembangkan rumah sakit tersebut menjadi fasilitas kesehatan unggulan di provinsi itu. Target pembangunan gedung baru akan direalisasikan setelah seluruh kewajiban kredit rumah sakit lunas pada 2027.
Gedung Baru untuk Layani Kebutuhan Spesifik Pasien
"Kalau kredit sudah selesai tahun 2027, kita akan membangun lagi gedung baru di bagian belakang. Kita siapkan satu gedung khusus untuk layanan unggulan lengkap dengan peralatan terbaik sehingga Rumah Sakit Mitra Manakarra bisa menjadi rumah sakit unggulan di Sulawesi Barat," ujar Suhardi Duka dalam sambutannya di Jalan Pongtiku, Kamis (9/7/2026).
Pria yang akrab disapa SDK itu menyerahkan sepenuhnya kepada tim medis untuk merumuskan jenis layanan unggulan yang paling dibutuhkan masyarakat dan memiliki daya saing tinggi. Langkah ini diambil di tengah persaingan industri rumah sakit yang semakin ketat di Sulbar.
Bangkit dari Reruntuhan Gempa 2021
Dalam kesempatan itu, SDK mengenang masa sulit yang dialami RS Mitra Manakarra, terutama saat gedungnya runtuh akibat gempa dahsyat yang melanda Mamuju dan Majene pada Januari 2021. "Perjalanan Rumah Sakit Mitra ini tidak mudah di tengah persaingan yang begitu ketat. Bahkan kita pernah runtuh, habis, kembali. Namun rumah sakit ini mampu bangkit lagi," kenangnya.
Kini, kondisi rumah sakit berangsur pulih. Beban kredit mulai berkurang, dan pembayaran klaim BPJS Kesehatan berjalan lebih lancar, memberikan ruang fiskal bagi pengembangan ke depan.
Loyalitas Karyawan dan Tantangan Sistem Rujukan Baru
SDK juga memberikan apresiasi kepada seluruh karyawan yang tetap setia sejak awal berdiri. "Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan yang tetap setia bersama Rumah Sakit Mitra. Loyalitas seperti inilah yang membuat rumah sakit ini tetap bertahan," ujarnya. Ia bahkan meminta manajemen untuk menaikkan gaji karyawan jika kemampuan keuangan memungkinkan, karena sebagian penghasilan mereka dinilai sudah setara atau bahkan lebih tinggi dari ASN.
Sementara itu, Ketua Komite Medik RS Mitra Manakarra, dr. Yusran Antonius, mengingatkan tantangan baru ke depan, yaitu perubahan sistem rujukan nasional yang akan berbasis kompetensi, bukan lagi kelas rumah sakit. "Ke depan rumah sakit tidak lagi menjadi tempat rujukan berdasarkan tingkatan kelas, tetapi berdasarkan kompetensi rumah sakit itu sendiri. Karena itu kita harus terus meningkatkan kualitas SDM, sarana-prasarana, dan menghadirkan layanan unggulan," jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa masa berlaku akreditasi Paripurna yang diraih pada 2023 akan berakhir pada tahun 2027. Seluruh tim medis dan manajemen diharapkan segera mempersiapkan diri agar kembali meraih status akreditasi tertinggi tersebut.