SULAWESI BARAT — Tersingkirnya Jonatan Christie di Singapore Open menjadi cambuk untuk bangkit. Pebulu tangkis ranking 7 dunia itu langsung memprogram ulang persiapan demi tampil maksimal di Indonesia Open 2026 yang akan digelar di Istora Senayan, Jakarta. Turnamen level Super 1000 itu menjadi prioritas utama setelah hasil di Singapura tak sesuai harapan.
Indonesia Open 2026 bukan sekadar turnamen biasa bagi Jonatan. Sebagai pemain tuan rumah, tekanan untuk tampil di depan publik sendiri selalu lebih besar. Namun, Jojo justru menjadikannya motivasi ekstra untuk memperbaiki hasil di turnamen sebelumnya.
“Saya langsung alihkan fokus ke Indonesia Open. Ini turnamen penting, apalagi main di kandang sendiri. Saya ingin kasih yang terbaik,” ujar Jonatan dalam pernyataan resmi yang dikutip dari rilis PBSI.
Kekalahan di Singapore Open langsung dievaluasi tim pelatih. Beberapa aspek permainan, terutama pola serangan dan pertahanan, disebut perlu penyesuaian. Jojo mengaku sudah mendapat masukan detail dan akan langsung diterapkan dalam sesi latihan di Pelatnas Cipayung sebelum bertolak ke Jakarta untuk Indonesia Open.
“Pelajaran dari Singapura cukup berharga. Banyak hal yang harus diperbaiki, terutama konsistensi di lapangan,” tambah peraih medali emas Asian Games 2018 itu.
Keputusan untuk cepat melupakan Singapore Open dan fokus ke Indonesia Open menunjukkan kedewasaan Jonatan dalam mengelola tekanan. Dengan jadwal turnamen yang beruntun, pemulihan fisik dan mental menjadi faktor krusial. Manajemen tenaga yang tepat diharapkan bisa membawa Jojo tampil lebih garang di hadapan pendukungnya sendiri.
Indonesia Open 2026 dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang. Turnamen ini akan diikuti para pemain top dunia, menjadikannya ajang bergengsi yang sangat dinantikan publik bulu tangkis Tanah Air.