MAMUJU — Aksi pengeroyokan terhadap seorang aktivis di Kota Mamuju, Sulawesi Barat, berujung pada penangkapan pelaku oleh kepolisian setempat. Peristiwa yang terekam dalam video amatir dan menyebar luas di media sosial itu memicu reaksi publik dan desakan agar kasus ini diusut tuntas.
Pelaku yang kini telah diamankan mengakui perbuatannya. Motifnya, ia emosi dan memukul korban lantaran tidak terima dituduh melakukan sesuatu yang menurutnya tidak benar. Pengakuan ini disampaikan dalam pemeriksaan awal di Mapolres Mamuju.
Berdasarkan keterangan sementara, pertikaian bermula dari saling tuduh antara korban dan pelaku. Pelaku merasa namanya dicemarkan oleh tuduhan yang dilontarkan korban. Emosi yang tidak terkendali membuat pelaku nekat memukul aktivis tersebut di lokasi kejadian.
“Pelaku mengaku sakit hati dan tidak terima dengan tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Itu yang menjadi pemicu utama hingga terjadi pemukulan,” ungkap pihak kepolisian dalam keterangan resminya. Aksi pengeroyokan itu sendiri terjadi di salah satu ruas jalan di pusat Kota Mamuju.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban dilaporkan mengalami luka-luka di bagian wajah dan tubuh. Selain luka fisik, aktivis tersebut juga disebut mengalami tekanan psikologis pasca-kejadian. Korban kini tengah menjalani perawatan dan pendampingan dari sejumlah rekannya.
Viralnya video kejadian membuat publik Mamuju geram. Banyak yang mengecam aksi kekerasan yang dinilai tidak berperikemanusiaan, apalagi jika dipicu oleh persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan dengan kepala dingin.
Hingga saat ini, aparat masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang turut serta dalam aksi pengeroyokan. Polres Mamuju juga tengah melengkapi barang bukti dan memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian.
Pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang dilakukan secara bersama-sama. Ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara. Proses hukum berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk memberikan efek jera.
Keributan dipicu oleh tuduhan yang dilontarkan korban kepada pelaku. Pelaku merasa tuduhan itu tidak benar dan merusak nama baiknya, sehingga emosi dan melakukan pemukulan terhadap aktivis tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, polisi telah mengamankan satu orang pelaku utama. Namun, penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengetahui apakah ada pihak lain yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.
Korban mengalami luka fisik dan trauma pasca-kejadian. Saat ini, aktivis tersebut tengah menjalani perawatan medis dan mendapatkan pendampingan psikologis dari rekan-rekannya untuk memulihkan kondisi mentalnya.