MAMUJU TENGAH — Ribuan aparatur sipil negara (ASN), personel TNI/Polri, tokoh masyarakat, dan pelajar memadati Lapangan Kantor Bupati Mamuju Tengah sejak pagi buta. Mereka hadir dalam satu barisan untuk memperingati Hari Lahir Pancasila yang tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia".
Pesan Refleksi dari Bumi Lalla Tassisara
Wakil Bupati Mamuju Tengah, Askary Anwar, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam pidato yang dibacakannya, Askary menegaskan bahwa peringatan 1 Juni tidak boleh sekadar rutinitas tahunan atau romantisme sejarah belaka.
“Nilai luhur Pancasila telah terbukti tangguh menjadi perekat dan peredam guncangan di tengah ketidakpastian dunia,” ujar Askary di hadapan peserta upacara.
Living Ideology: Pancasila untuk Etika Bermedsos dan Ekonomi Digital
Kabupaten Mamuju Tengah yang dikenal dengan julukan Bumi Lalla Tassisara merupakan potret mini Indonesia yang kaya akan keberagaman suku, agama, dan budaya. Di tengah dinamika geopolitik global, Askary secara khusus menyasar generasi muda.
Melalui amanat tertulis dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Askary mengajak milenial dan Gen Z di Mateng untuk tidak melihat Pancasila sebagai pajangan beku di buku sejarah. Sebaliknya, ideologi ini harus menjadi panduan hidup aktif dalam etika bermedia sosial dan pemanfaatan teknologi ekonomi.
Birokrasi Wajib Berpijak pada Keadilan Sosial
Sentilan keras juga dialamatkan kepada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir. Askary menitipkan pesan agar setiap kebijakan publik, perencanaan anggaran, hingga eksekusi pembangunan daerah wajib bersandar pada nilai-nilai keadilan sosial.
Upacara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan seruan untuk memperkuat kembali tradisi gotong royong. Askary menyebut soliditas antar-elemen masyarakat di tingkat lokal akan menjadi pilar penopang kekuatan bangsa di level makro.
“Selama semangat Pancasila mengalir dalam darah kita, Indonesia akan tetap tegap dan damai,” ucap Askary memungkasi pidatonya.