Chip RTX Spark NVIDIA: 128GB RAM ala PC Desktop, Arsitektur Mirip Smartphone Flagship

Penulis: Surya Dinata  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 18:28:32 WIB
NVIDIA meluncurkan chip RTX Spark dengan RAM 128 GB dan arsitektur unified memory ala smartphone flagship.

SULAWESI BARAT — NVIDIA merilis superchip anyar bernama RTX Spark yang membawa pendekatan arsitektur berbeda dari chip PC pada umumnya. Alih-alih memisahkan CPU, GPU, dan RAM seperti desktop konvensional, chip ini mengadopsi desain unified memory yang lazim ditemukan di SoC smartphone flagship. Bedanya, kapasitas RAM-nya mencapai 128 GB — angka yang belum pernah ada di perangkat mobile mana pun.

20 Inti CPU Arm: Lebih Banyak dari Flagship Manapun

Jantung dari RTX Spark adalah prosesor NVIDIA N1X, alias GB10 Grace Blackwell Superchip. CPU-nya menggunakan arsitektur Armv9 dengan konfigurasi 10 inti Cortex-X925 (big core) dan 10 inti Cortex-A725 (performance core). Total 20 inti ini berjalan pada kecepatan 4,0 GHz untuk X925 dan 2,85 GHz untuk A725.

Menariknya, MediaTek ikut merancang CPU ini. Inti X925 yang sama pernah dipakai di Dimensity 9400 — cuma saja di chip smartphone hanya satu inti besar, sedangkan di RTX Spark ada sepuluh. Cache L2 sebesar 2 MB per inti X925 dan 512 KB per inti A725, ditambah L3 16 MB dan system cache 16 MB, membuat chip ini lebih dari sekadar prosesor mobile yang diperbesar.

Fitur paling krusial dari RTX Spark adalah NVLink-C2C, interkoneksi bidirectional dengan bandwidth hingga 600 GB/s. Ini lima kali lebih cepat dari PCIe Gen5. Dengan NVLink, CPU dan GPU berbagi ruang alamat memori yang sama tanpa hambatan berarti — pendekatan yang sama dipakai di SoC smartphone modern untuk efisiensi.

NVIDIA memilih RAM LPDDR5X yang punya bandwidth efektif 273 GB/s. Angka ini jauh di bawah memori GDDR6/7 dedicated di kartu grafis desktop (sekitar 768 GB/s). Konsekuensinya, performa gaming RTX Spark kemungkinan tidak akan menyentuh level GPU high-end PC, tapi keunggulannya ada di kemampuan menjalankan model AI besar secara lokal tanpa perlu membagi data antara RAM sistem dan VRAM.

Performa AI Lokal: Loncatan dari Solusi Snapdragon X

Penulis yang sudah memakai laptop Snapdragon X selama beberapa waktu mengakui performa harian dan daya tahan baterainya impresif. Namun, janji AI on-device revolusioner belum terwujud — model AI canggih praktis tidak bisa dijalankan dengan RAM 16 GB dan tanpa akselerator yang memadai.

RTX Spark menjawab celah ini. Dengan RAM 128 GB yang bisa diakses penuh oleh GPU Blackwell, pengguna bisa menjalankan model bahasa besar (LLM), difusi gambar, atau model multimodal langsung di perangkat tanpa ketergantungan cloud. Tentu, harga akan menjadi tantangan — mengingat DGX Spark (varian Linux-nya) sudah dibanderol USD 4.700 (sekitar Rp 77,5 juta).

Ketersediaan dan Mitra Perangkat

RTX Spark akan hadir di gelombang laptop Windows premium mulai akhir tahun ini. Mitra awal meliputi Microsoft Surface, ASUS, Dell, HP, Lenovo, dan MSI. Bentuk perangkat bervariasi: dari laptop kreator 14 inci tipis-ringan, workstation 16 inci, hingga PC desktop mini. Semua dibangun di atas arsitektur memori terpadu yang sama.

Bagi pengguna Indonesia yang menunggu laptop Windows on Arm dengan kemampuan AI serius, RTX Spark layak masuk daftar pantau. Performa CPU 20-inti dan RAM 128 GB membuatnya unik di pasaran — tidak persis laptop biasa, bukan pula workstation server. Tapi pastikan kantong sudah siap: harga diperkirakan jauh di atas rata-rata laptop konsumen saat ini.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: androidauthority.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top