Milad ke-109 Aisyiyah Sulbar Digelar di Majene, Wakil Bupati Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Ekonomi Daerah

Penulis: Qodri Anwar  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 14:28:31 WIB
Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulbar menggelar Milad ke-109 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Majene.

MAJENE — Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Barat memusatkan perayaan Milad ke-109 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Barat, Kabupaten Majene. Kegiatan dua hari itu diikuti oleh enam Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) se-Sulbar, yakni Majene, Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu.

Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, milad tahun ini menyoroti tantangan global seperti konflik sosial, ketimpangan, krisis kemanusiaan, hingga kerusakan lingkungan. Sejak didirikan Siti Walidah pada 19 Mei 1917, Aisyiyah menempatkan dakwah dan kemanusiaan sebagai dua sisi yang tak terpisahkan.

Seminar Pendidikan: Sekolah Aman hingga Deep Learning

Rangkaian hari pertama diisi seminar pendidikan dengan tiga materi utama. Kepala BPMP Sulawesi Barat memaparkan implementasi sekolah aman dan nyaman. Wahida, S.Pd., M.Pd., membawakan materi implementasi deep learning dalam pembelajaran, sementara Maryam, S.Pd., M.Pd., mensosialisasikan instrumen akreditasi sekolah terkini.

Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Barat, Hj. Sunarti Marlianti, S.H., M.Kn, menekankan bahwa seminar ini bukan sekadar forum akademik. “Seminar ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kesejahteraan murid,” ujarnya dalam sambutan.

Wakil Bupati Majene: Kolaborasi Kunci Atas Keterbatasan Fiskal

Pada hari kedua, Minggu (14/6/2026), Wakil Bupati Majene Dr. Hj. Andi Rita Mariani Bashar, M.Pd., menghadiri langsung puncak peringatan. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Majene sebagai tuan rumah tingkat provinsi.

“Terima kasih kepada Pimpinan Wilayah Aisyiyah atas terpilihnya Kabupaten Majene sebagai lokasi pelaksanaan Milad ke-109 Aisyiyah. Kehadiran bapak dan ibu sekalian tentu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Wakil Bupati juga secara gamblang mengakui keterbatasan fiskal daerah. “Majene mungkin memiliki keterbatasan fiskal, namun kami optimistis dengan semangat kebersamaan dan kerja sama, Majene akan terus berkembang dan maju di masa mendatang. Pemerintah daerah membuka pintu selebar-lebarnya untuk kerja sama ke depan,” tuturnya.

Dakwah Nyata di Lima Bidang

Sepanjang sejarahnya, Aisyiyah menjalankan dakwah kemanusiaan melalui lima bidang utama: pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pembinaan keluarga. Milad ke-109 ini menjadi momentum memperkuat kembali peran tersebut di tengah masyarakat Sulawesi Barat.

Kegiatan turut dihadiri unsur Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah, para rektor perguruan tinggi, perwakilan organisasi perangkat daerah, serta tokoh masyarakat setempat.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: inputrakyat.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top