43 Juta Murid Telah Terima MBG, Mendikdasmen Sebut Mayoritas Ingin Program Dilanjutkan

Penulis: Surya Dinata  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 16:15:01 WIB
Sebanyak 43 juta murid telah menerima manfaat dari Program Makan Bergizi (MBG) hingga Juni 2026.

SULAWESI BARAT — Angka partisipasi itu setara dengan 80,7 persen dari total sasaran. Abdul Mu'ti mengungkapkan data tersebut dalam pernyataan resminya, Minggu (14/6/2026), di Jakarta. Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya berdampak pada aspek gizi, tetapi juga memengaruhi motivasi dan kehadiran murid di sekolah.

Dampak pada Motivasi Belajar dan Angka Kehadiran

Menurut Abdul Mu'ti, sejumlah penelitian mendukung temuan tersebut. Salah satunya berasal dari Labsosio – Pusat Kajian Sosiologi Universitas Indonesia yang mencatat adanya peningkatan motivasi belajar, tingkat kehadiran, dan capaian akademik murid setelah program berjalan.

"Sejumlah penelitian yang dilakukan, termasuk dari Labsosio – Pusat Kajian Sosiologi Universitas Indonesia menyatakan bahwa MBG telah memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, tingkat kehadiran di sekolah, dan capaian akademik murid," ucapnya.

Data ini memperkuat argumen bahwa intervensi gizi di sekolah memiliki efek berantai pada kualitas pendidikan. Pemerintah pun telah menyiapkan modul pendukung untuk memastikan program berjalan sesuai standar.

Sinkronisasi dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Abdul Mu'ti menjelaskan, program MBG merupakan implementasi nyata dari poin makan sehat dan bergizi dalam Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH). Keterkaitan ini menjadikan MBG bukan sekadar program pemberian makanan, melainkan bagian dari penguatan pendidikan karakter.

"Dari 7 KAIH tersebut terdapat poin makan sehat dan bergizi yang implementasinya terwujud melalui pelaksanaan MBG di sekolah," katanya.

Ia menambahkan, berbagai survei dan umpan balik dari lapangan menunjukkan mayoritas murid yang telah menerima manfaat menyatakan harapan agar program ini terus dilanjutkan. Pemerintah daerah dan sekolah diimbau untuk menjaga keberlanjutan distribusi agar target cakupan penuh dapat tercapai.

Tantangan Distribusi dan Target ke Depan

Meski angka partisipasi sudah tinggi, masih terdapat sekitar 10 juta murid yang belum terjangkau program. Pemerintah belum merinci kendala distribusi di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Abdul Mu'ti juga belum menyebutkan skema pendanaan untuk tahun anggaran berikutnya. Saat ini, program MBG masih mengandalkan anggaran dari Kementerian Pendidikan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Berbagai survei dan umpan balik pelaksanaan program juga menunjukkan bahwa sebagian besar murid penerima manfaat berharap Program MBG dapat terus dilanjutkan,” ujarnya menegaskan kembali.

Kementerian dipastikan akan mengevaluasi efektivitas program secara berkala. Keputusan perpanjangan program untuk tahun ajaran mendatang akan bergantung pada hasil evaluasi tersebut serta ketersediaan anggaran.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: nasional.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top