Pemkab Mamuju Tengah Targetkan RSUD Baru Rampung Desember 2026, Warga Tak Perlu Lagi Berobat ke Luar Daerah

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Senin, 15 Juni 2026 | 23:41:31 WIB
Pemkab Mamuju Tengah resmi mulai pembangunan RSUD baru di lahan RSUD Mateng pada Juni 2026.

MAMUJU TENGAH — Proyek infrastruktur kesehatan terbesar di wilayah itu resmi dimulai setelah proses serah terima lahan digelar pada Jumat, 12 Juni 2026. Lahan yang digunakan masih berada di halaman RSUD Mateng yang sudah ada, bukan lokasi alternatif yang sempat dipertimbangkan.

Dua Tahun Terganjal Anggaran dan Lahan

Rencana peningkatan status rumah sakit ini sebenarnya sudah lama memenuhi syarat regulasi. Namun, dalam dua tahun terakhir, proyek sempat mandek akibat keterbatasan dukungan anggaran daerah. Proses pengadaan lahan juga berjalan alot—Dinas Kesehatan bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman sempat menimbang sejumlah opsi lokasi alternatif sebelum akhirnya memutuskan tetap di titik awal.

“Lahan yang ada sekarang dinilai paling siap untuk mengakomodasi cetak biru pengembangan layanan kesehatan jangka panjang,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, Litha Febriani, dalam sambutannya saat serah terima lahan.

Dana dari Pusat, Kontraktor Pelat Merah

Pemkab Mateng melempar apresiasi kepada Kementerian Kesehatan RI yang memberikan sokongan dana dan pengawalan ketat hingga proyek fisik bisa mulai dieksekusi. Kontraktor yang mengerjakan proyek rancang bangun terintegrasi ini adalah PT PP (Persero), perusahaan pelat merah.

RSUD yang baru diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur termegah di Sulawesi Barat. Litha Febriani menargetkan pembangunan tuntas pada Desember 2026, sehingga pada Januari 2027 pelayanan kesehatan, khususnya rujukan, bisa berjalan lebih maksimal.

Dua Dampak Instan yang Diharapkan

Pemerintah daerah mengincar dua dampak langsung dari transformasi fisik ini. Pertama, masyarakat lokal tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke luar daerah hanya untuk mendapatkan layanan rujukan medis yang memadai. Selama ini, keterbatasan fasilitas membuat rantai rujukan di Mateng cukup tinggi.

Kedua, pembangunan ini sejalan dengan target optimalisasi pengelolaan rumah sakit yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan wajah baru, RSUD diharapkan bisa mandiri secara finansial sekaligus menyumbang kas daerah.

Agenda serah terima lahan turut dihadiri perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Project Manager PT PP (Persero), Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Sekretaris DPRD, serta jajaran kepala OPD lingkup Pemkab Mateng.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: sulbaronline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top