BYD Atto 1 Harga Rp195 Jutaan Menguji Dominasi LCGC, Suspensi Paling Nyaman di Kelasnya

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:01:31 WIB
BYD Atto 1 varian Dynamic dipamerkan di GIIAS dengan banderol harga Rp195 juta.

SULAWESI BARAT — Jakarta — Kehadiran BYD Atto 1 di GIIAS lalu tidak hanya sekadar menambah daftar mobil listrik murah. Dengan selisih harga yang tipis terhadap LCGC konvensional, mobil ini memaksa calon pembeli untuk menghitung ulang pilihan mereka antara bensin dan listrik.

Hasil pengujian dari kanal otomotif Motomobi menunjukkan, daya tarik utama Atto 1 bukanlah performa, melainkan kualitas berkendara yang jarang ditemukan di kelas harga Rp200 jutaan. Baterai yang tertanam di lantai membuat titik gravitasi rendah, menghasilkan stabilitas yang tidak dimiliki mobil kecil berbasis mesin pembakaran.

Performa 74 HP Cukup untuk Kota, Bukan untuk Balap

Motor listriknya menghasilkan tenaga 74 hp dengan torsi 135 Nm. Dalam tes akselerasi, catatan waktu 0-100 km/jam mencapai 14,12 detik — angka yang jelas tidak kompetitif jika dibandingkan LCGC bermesin bensin.

Namun untuk penggunaan harian di jalanan perkotaan yang padat, tenaga tersebut terbilang memadai. Karakteristik motor listrik yang langsung memberikan torsi puncak membuat mobil ini terasa responsif saat start-stop di kemacetan. Efisiensinya juga impresif, konsumsi listrik tercatat sekitar 10 kWh per 100 kilometer, mendekati klaim pabrikan.

Dua Varian dengan Perbedaan Fitur Kabin yang Jelas

Varian Dynamic yang dibanderol Rp195 juta menggunakan baterai 30,08 kWh dengan jarak tempuh klaim 300 kilometer. Pengisian cepat DC-nya terbatas di 30 kW.

Beralih ke Premium seharga Rp235 juta, kapasitas baterai naik menjadi 38,88 kWh dan jarak tempuh melebar ke 380 kilometer. Kecepatan DC charging juga meningkat ke 40 kW. Perbedaan paling terasa justru di kabin: jok kulit sintetis dengan pengaturan elektrik enam arah, wireless charger, dan setir berlapis kulit yang mendukung tilt dan telescopic. Varian Dynamic hanya mendapat jok fabric, setir tilt, dan pengaturan manual.

Ruang Kabin dan Material: Kompromi yang Masuk Akal

Dengan panjang 3.925 mm dan wheelbase 2,5 meter, ruang kaki belakang masih nyaman untuk penumpang dewasa setinggi 174 cm. Posisi duduk pengemudi dinilai ergonomis, terutama pada varian Premium yang setirnya bisa diatur lebih fleksibel.

Dashboard didominasi plastik keras, tetapi reviewer Motomobi menilai hal tersebut masih wajar untuk harga Rp200 jutaan. Kabinnya cukup kedap dan minim getaran, efek langsung dari tidak adanya mesin pembakaran.

"Suspensinya enak dan lumayan stabil. Karena baterai ada di bawah, mobil terasa lebih mantap dibanding mobil kecil pada umumnya," ungkap reviewer Motomobi dalam pengujiannya.

Fitur Standar yang Menyamai Mobil Lebih Mahal

Atto 1 sudah dilengkapi NFC Card Key, Android Auto, Apple CarPlay, kamera parkir, cruise control, dan fitur Vehicle to Load (V2L) yang memungkinkan mobil menjadi sumber listrik darurat. Semua tersedia di kedua varian.

Dengan kombinasi harga, fitur, dan kenyamanan berkendara, Atto 1 menjadi alternatif serius bagi konsumen yang sebelumnya hanya mempertimbangkan LCGC. Performa yang lambat memang menjadi kelemahan, tetapi untuk konteks mobilitas perkotaan, mobil ini menawarkan nilai yang sulit ditandingi kompetitor di segmen yang sama.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: trenggaleknjenggelek.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top