HUT Sulbar ke-22: Pemprov Pilih Bakti Sosial dan Pasar Murah, Sekda Sebut Bukan Pesta tapi Evaluasi

Penulis: Puguh Triyono  •  Sabtu, 05 September 2026 | 08:01:01 WIB
Pemprov Sulbar memilih bakti sosial dan pasar murah dalam perayaan HUT ke-22, Jumat (4/9/2026).

MAMUJU — Rapat persiapan yang dipimpin Sekda Junda Maulana di Kantor Gubernur Sulbar, Jumat (4/9/2026), memutuskan bahwa perayaan HUT ke-22 nanti tidak akan mengandalkan acara seremonial. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang kerap menggelar pesta rakyat, tahun ini Pemprov justru menggenjot agenda bakti sosial di seluruh kabupaten.

“Intinya bahwa dalam kondisi daerah kita ini yang mungkin ada keterbatasan, tapi hakikat daripada perayaan hari jadi itu, itu menjadi penting, karena itu menjadi momen untuk pertama, bersyukur, kemudian yang kedua itu, introspeksi atau mengevaluasi apa yang sudah kita lakukan,” kata Junda usai memimpin rapat, Jumat (4/9/2026).

Agenda Sosial: dari Bersih-Bersih hingga Pasar Murah

Alih-alih panggung hiburan, Pemprov Sulbar menyiapkan sejumlah kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Junda merinci, aksi bersih-bersih akan serentak digelar di seluruh kabupaten, diikuti kegiatan donor darah dan pasar murah yang menyasar kebutuhan pokok masyarakat.

“Kita ini tadi mempersiapkan acara-acara yang sangat-sangat sederhana yang tidak memakan begitu besar biaya, kita melibatkan selain ASN, pegawai Pemprov kita melibatkan pemerintah kabupaten, kita melibatkan masyarakat,” ujarnya.

Pelibatan elemen di luar birokrasi menjadi pembeda perayaan tahun ini. Junda menyebut unsur stakeholder, seperti komunitas dan pelaku usaha, akan dilibatkan secara langsung dalam pelaksanaan bakti sosial.

Mengusung Nuansa Adat Nusantara di Upacara Puncak

Meski mengusung tema kesederhanaan, sisi kebudayaan tetap mendapat tempat. Upacara puncak peringatan yang akan digelar pada 22 September nanti tetap mengundang instansi vertikal dan kelompok masyarakat dengan aturan berpakaian adat.

“Pakaian adat dari Kalumpang dari Mamasa atau juga pakaian-pakaian adat dari daerah daerah lain di Nusantara, karena Sulawesi Barat inikan Indonesia mini,” kata Junda.

Rangkaian acara dijadwalkan berlangsung mulai pekan kedua September. Dengan format baru ini, Pemprov berharap peringatan hari jadi tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi memberi dampak langsung bagi warga yang membutuhkan.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: terassulbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top